Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul Malik al-Houthi, dalam pidatonya pada acara Maulid Nabi Muhammad saw, Kamis (4/9), yang diselenggarakan secara serempak di berbagai kota dan daerah Yaman, menyatakan bahwa Rezim Zionis Israel sudah hampir genap dua tahun menebar kejahatan di Gaza dengan dukungan dan partisipasi Amerika Serikat (AS) dan di tengah abainya berbagai negara Muslim sendiri.
Mula-mula dia memuji bangsa Yaman atas megahnya penyelenggaraan Maulid Nabi saw di mana dia memastikan tak ada duanya di dunia dalam hal ini, sembari mengutip hadis Nabi saw: “Negeri iman adalah Yaman, dan negeri hikmah adalah Yaman”, dan mengucapkan selamat kepada seluruh umat Islam di dunia atas tibanya peringatan Maulid Nabi saw.
Dalam pidato televisinya yang disimak oleh jutaan umat yang berpartisipasi dalam perayaan akbar Maulid di Yaman, dia mengingatkan bahwa penderitaan bangsa Palestina semakin besar dan disertai pelaparan oleh Zionis Israel sampai-sampai bayipun pun tak diperbolehkan mendapatkan susu, dan kaum Zionis juga setiap hari melakukan pelanggaran terhadap Masjid Al-Aqsa dan agresi di Tepi Barat.
“Sayang sekali, apa yang menimpa suatu bangsa di antara umat Islam ini terjadi justru di tengah kaum Muslimin sendiri, dan ketika sebagian orang seolah acuh tak acuh melihat semua itu terjadi di depan mata mereka,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, “Sebagian orang tak peduli pada risiko sikap abai mereka, dan ada pula yang bersekongkol dengan musuh, Israel, sementara keteraniyaan bangsa Palestina sudah terungkap sedemikian rupa di mana umat Islam terpuruk secara mengerikan dari segi kemanusiaan, moral dan keagamaan, dan sedemikian jauh terpengaruh oleh perang lunak syaitani, mengingat bahwa kaum Yahudi (Zionis) telah menyerang dua miliar umat Muslim dengan perang lunak hingga umat (sebesar) ini mengalami suatu kehinaan di depan Yahudi Zionis yang notabene kelompok kecil.”
Sayyid Al-Houthi menekankan bahwa agresi Israel tidak akan berhenti pada Palestina, apalagi para gembong Zionis sudah berani bicara blak-blakan ihwal rencana di mana mereka mengincar kawasan sekitarnya untuk mengubah Timur Tengah dan membangun Israel Raya.
“Bahaya mengerikan bagi umat kita ialah keberlanjutan kondisi buruk dan berlawanan dengan prinsip mereka ini, dan yang menjurus pada kebinasaan mereka ini…. Jalan keselamatan bagi umat Islam bukanlah penelantaran (orang Palestina), pengabaian terhadap kewajiban jihad dan tanggungjawab mencegah bahaya, mafsadat dan kejahatan Yahudi. Umat terpuruk akibat mengabaikan Al-Quran al-Karim, dan enggan meneladani Nabi saw dan mendapat petunjuk dari beliau, sementara semua opsi dan alternatif lain yang membuat umat ini tercerai berai dan mereka adopsi dalam pendirian, visi dan pandangan mereka juga sudah terbukti gagal.”
Dia menyoal, “Mengapa umat ini tidak lantas mencoba untuk kembali menjadikan al-Quran dan Rasul sebagai petunjuk?! Tak ada jalan untuk lolos dari jahiliyah baru kecuali dengan cahaya Allah yang juga meloloskan manusia dari jahiliyah lama.”
Pemimpin Ansarullah mengingatkan bahwa Islam adalah agama yang menolak kekalahan, dan merupakan jalan kemenangan bagi umat yang bersedia menjadikan agama ini sebagai petunjuk dan cahaya bagi pergerakanya, dan bahwa semua kekuatan yang memerangi Islam pasti kalah meskipun mereka adalah raksasa kekuatan materi dan militer, dan meskipun Yahudi Zionis sedemikian getol bermakar dan licik.
Sayyid al-Houthi pada momen Maulid Nabi saw ini lantas menegaskan, “Bertolak dari imannya, bangsa kami (Yaman) tetap berpegang teguh pada al-Quran al-Karim dan petunjuk Nabi Besar saw, tetap mengibarkan bendera jihad melawan para thaghut masa kini berupa Yahudi Zionis dan para pendukungnya, dan tetap membela bangsa Palestina.” (mm/alalam)