Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin malam (10/3), menekankan urgensi penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, sembari menyebutkan bahwa banyak rezim Arab dan Islam tidak memberikan perhatian yang diperlukan dalam masalah ini.
Dia juga menekankan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman siap mengambil tindakan militer jika blokade terhadap Gaza tidak dicabut dalam tenggat waktu yang telah ditentukan.
“Mengenai tenggat waktu yang telah ditetapkan untuk memasukkan bantuan ke Jalur Gaza, kami bersiteguh pada pendirian kami, dan angkatan bersenjata (Yaman) bersiap untuk melancarkan operasi militer dan memulai tindakan-tindakan untuk masuk ke tahap pelaksanaan sejak berakhirnya tenggat waktu jika bantuan tidak masuk ke Jalur Gaza,”tegasnya.
Dia menambahkan, “Tentu kami menekankan bahwa salah satu tanggungjawab semua pihak, semua orang di dunia, termasuk Arab dan Dunia Islam, ialah berusaha memasukkan bantuan ke Jalur Gaza dan melakukan tekanan untuk ini. Kami mengetahui bahwa banyak di antara mereka sama sekali tidak mengindahkan masalah ini. Namun, (hal ini kami sampakan) demi mengingatkan dan menuntas argumen.”
Pada tanggal 7 Maret, Sayyid Abdul Malik telah memberikan tenggat waktu empat hari kepada para mediator dalam negosiasi terkait Jalur Gaza, dan menekankan bahwa jika Israel terus mencegah masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza maka operasi militer Angkatan Laut Yaman terhadap Israel akan dilanjutkan.
Sayyid Al-Houthi juga menekankan keharusan kecaman terhadap kejahatan yang terjadi di Suriah dan upaya penghentiannya
Dia menegaskan bahwa “para sponsor regional kelompok takfiri dapat menekan kelompok-kelompok ini untuk menghentikan kekerasan.”
Dia menjelaskan, “Kejahatan yang dilakukan terhadap warga sipil tak berdaya di pesisir Suriah tidak ada kaitannya dengan Islam,.
Dia juga mengatakan bahwa kejahatan yang “sangat mengerikan” ini merupakan bagian dari rencana Zionis yang bertujuan untuk menghancurkan tatanan sosial Suriah.
Pemimpin Ansarukkah mengingatkan, “Sponsor regional kelompok takfiri bisa saja menghubungi mereka atau mengarahkan perwakilan mereka di Suriah untuk menghentikan apa yang terjadi… Perilaku kriminal membunuh orang-orang damai yang tidak bersenjata, termasuk anak-anak dan wanita, tidak ada hubungannya dengan Islam.”
Dia menambahkan, “Media yang berafiliasi dengan sponsor regional kelompok-kelompok ini ikut terlibat dalam kejahatan tersebut melalui liputan mereka tentang kejahatan tersebut dan pembenaran atas kejahatan tersebut di Suriah.”
Dia menyerukan kepada saluran-saluran berbasis satelit menyiarkan fakta-fakta tersebut dan “berusaha menyampaikan citra yang sebenarnya kepada masyarakat di negara kita sehingga mereka mengetahui kejahatan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ini.”
Pemimpin gerakan Ansarullah juga menilai kelompok takfiri melayani tujuan AS dan Israel, dengan menghancurkan tatanan sosial dan mendorong rakyat Suriah untuk “meminta perlindungan kepada pihak-pihak lain sebagai imbalan atas penerimaan pendudukan.” (mm/raialyoum)