Pemerintah Sanaa: Opsi Militer Tetap Ada untuk Melawan Blokade Koalisi Agresor

0
123

Sanaa, LiputanIslam.com  Wakil kepala pemerintah Yaman kubu Sanaa untuk Urusan Pertahanan dan Keamanan, Letjen Jalal Al-Ruwaishan, menegaskan jangan harap koalisi agresor yang dipimpin Arab Saudi dapat menundukkan bangsa Yaman dengan cara apapun, dan Yaman punya opsi militer untuk melawan tekanan koalisi itu.

“Kekalahan bangsa Yaman oleh blokade dan perang ekonomi adalah mimpi belaka, koalisi agresor harus bangun dari mimpinya,” ungkap Al-Ruwaishan, seperti dikutip Al-Mayadeen, Kamis (8/12).

Dia lantas menegaskan, “Opsi militer ada untuk menghentikan perang ekonomi dan menghentikan blokade bandara dan pelabuhan Yaman.”

Dia juga menyebutkan, “Meskipun gencatan senjata internasional serta keadaan tidak damai dan tidak pula perang yang telah kita capai, kubu agresor masih mengincar tujuan-tujuannya melalui pendudukan tanah, perang ekonomi, serta blokade bandara dan pelabuhan.”

Dia menambahkan, “Berbagai opsi masih terbuka dalam menghadapi agresi untuk memulihkan hak, dan opsi-opsi ini berpangkal dari fakta bahwa bangsa Yaman berada dalam posisi membela diri.”

Sehari sebelumnya, pemimpin gerakan Ansarullah Yaman Sayid Abdul Malik Al-Houthi menegaskan pihaknya siap pasang badan jika pihak musuh, Saudi dan sekutunya, kembali melakukan esklasi.

“Kami akan bergerak dengan sesuatu yang lebih besar daripada semua tahap yang telah lalu,” tandasnya.

Dia menambahkan, “Musuh-musuh Yaman mencegat kapal-kapal setelah setelah menundukkannya pada pemeriksaan, demi meningkatkan denda pada kapal-kapal itu, meningkatkan penderitaan warga, dan mempersulit warga Yaman untuk mendapatkan barang-barang tersebut dengan harga sebenarnya.”

Dia juga menekankan bahwa pasukan agresor ingin merampas keuntungan yang didapat bangsa Yaman dari minyak dan gasnya, dan bangsa ini hanya mendapatkan remah-remahnya sehingga kondisi hidup mereka tetap berada dalam kesusahan, sementara ratusan miliar masuk ke perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan Eropa. (mm/almayadeen)

Baca juga:

Pemimpin Ansarullah: Yaman bukan Agresor Seperti Dinasti Saudi, UEA dan Bahrain

Yaman Peringatkan UEA Segera Tinggalkan Socotra

DISKUSI: