Baghdad, LiputanIslam.com – Para pejuang dari kelompok Resistensi Islam Irak (IRI) menyatakan pihaknya telah melancarkan operasi serangan baru anti-Israel, yang berhasil menghantam salah satu target vital rezim Zionis di wilayah pendudukan Palestina.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di saluran Telegram pada Ahad malam (21/7), IRI, yang merupakan kelompok pejuang anti-teror, menjelaskan bahwa mereka telah melancarkan serangan drone terhadap sasaran penting Israel di kota pelabuhan Umm al-Rashrash (Eilat) di bagian selatan Palestina pendudukan.
IRI mengatakan operasi tersebut dilakukan “demi membela saudara-saudara kami di Palestina, dan sebagai tanggapan atas pembantaian yang dilakukan oleh entitas perampas terhadap warga sipil, termasuk anak-anak, perempuan, dan orang tua.”
Mereka juga berjanji bahwa “operasi serangan terhadap benteng musuh” akan terus berlanjut “dan dengan intensitas yang terus meningkat.”
Operasi tersebut terjadi sekitar seminggu setelah IRI melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sasaran strategis di berbagai wilayah pendudukan Palestina.
Saat itu, mereka mengaku telah menyerang kota pelabuhan Eilat dan Haifa dengan drone kamikaze dan rudal jelajah Arqab yang canggih.
Selama beberapa bulan terakhir, IRI telah melancarkan beberapa serangan terhadap sasaran-sasaran penting Israel di Eilat dan Haifa, termasuk bandara dan kilang minyaknya.
Mereka juga telah melancarkan operasi gabungan bersama dengan pasukan Yaman terhadap pelabuhan-pelabuhan Israel dan kapal-kapal yang terkait dengan Israel.
Serangan terbaru IRI di Eilat terjadi setelah pasukan Yaman pada hari Jumat melancarkan serangan drone yang menghantam daerah dekat fasilitas konsulat AS di Tel Aviv, menewaskan satu pemukim Israel dan melukai 10 lainnya, setelah pertahanan udara rezim Zionis gagal mencegat pesawat nirawak tersebut.
Sebagai balasan, beberapa jet tempur Israel melancarkan serangan udara terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar di provinsi strategis Hodeidah di barat Yaman, hingga menyebabkan enam warga sipil gugur dan hampir 90 lainnya terluka. (mm/presstv)