TelAviv, LiputanIslam.com – Media Israel memverifikasi laporan bahwa Iran telah memperoleh sejumlah besar dokumen strategis dan sensitif yang terkait dengan fasilitas nuklir dan rencana militer Israel, sehingga menunjukkan terjadinya “infiltrasi besar-besaran” Iran terhadap Israel.
Seperti diketahui, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) pada hari Sabtu (7/6) mengungkapkan bahwa aparat intelijen Iran telah membobol “sejumlah besar informasi dan dokumen strategis dan sensitif milik rezim Zionis.”
Tanpa memberikan perincian lebih lanjut, IRIB menyebutkan bahwa pembobolan itu membuat Iran berhasil menguasa “ribuan dokumen yang terkait dengan rencana dan fasilitas nuklir Israel.”
Pengungkapan ini mendapat beragam reaksi dari media Israel sementara pihak kementerian urusan militer Israel masih bungkam dalam masalah yang menghebohkan ini.
Mengacu pada laporan IRIB, saluran 12 Israel menyatakan Teheran telah “berhasil” memperoleh dan mengekstrak arsip intelijen yang terkait dengan proyek nuklir Israel.
Saluran TV Israel itu menyebutkan bahwa Iran menggambarkan operasi itu sebagai “pukulan menyakitkan” bagi rezim dan menekankan bahwa operasi itu melibatkan ribuan dokumen yang terkait dengan proyek nuklir Israel dan fasilitasnya.
Situs berita terkemuka Israel Walla, mengutip laporan televisi Lebanon al-Mayadeen, menyatakan Iran berhasil memperoleh sejumlah besar dokumen dan informasi strategis dan sensitif milik Israel, di antaranya informasi dan dokumen yang terkait dengan program dan fasilitas nuklir Israel.
“Luasnya dan kualitas dokumen tersebut menunjukkan adanya penyusupan besar-besaran ke Israel, dan diperkirakan peninjauannya akan memakan waktu yang cukup lama. Namun, dikatakan bahwa pejabat Iran bermaksud merilis lebih banyak detail dan video terkait hal ini dalam waktu dekat,”ungkap Walla.
Walla menekankan bahwa komisaris keamanan khusus kementerian perang Israel, yang bertanggung jawab atas keamanan dan perlindungan fasilitas nuklir Israel, dalam panggilan telepon dengan Walla mengatakan, “Kami tidak mengomentari laporan ini.”
Surat kabar Israel Maariv menyebut peristiwa itu sebagai “mengkhawatirkan” dalam laporannya yang berjudul “Laporan yang mengkhawatirkan: Iran telah mencuri dokumen nuklir rahasia Israel.”
Maariv menyatakan bahwa, dinas intelijen Iran telah “berhasil” memperoleh “ribuan dokumen rahasia yang terkait dengan fasilitas nuklir dan proyek strategis Israel serta memindahkannya ke lokasi yang aman di dalam Iran.”
Surat kabar Israel Hayom, juga mengutip pemberitaan media Iran dan laporan jaringan al-Mayadeen, serta menekankan bahwa dokumen yang diperoleh dari Israel mencakup dokumen yang sangat sensitif terkait dengan program nuklir Israel. (mm/presstv)