NewYork, LiputanIslam.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak menarik kembali kecaman kerasnya terhadap agresi brutal rezim Israel baru-baru ini terhadap kota dan kamp pengungsi Jenin di wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina.
Wakil juru bicara PBB, Farhan Haq, Ahad (9/7), menyatakan bahwa Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan pandangannya tentang serangan Israel terhadap Jenin “dan dia mendukung pandangan itu.”
Gusar terhadap serangan udara Israel yang mematikan di kamp pengungsi Jenin, Guterres pada hari Kamis lalu mengutuk kekerasan terhadap warga sipil Palestina dan mengkritik rezim pendudukan itu karena menggunakan kekuatan yang “berlebihan”.
Guterres juga menegur rezim Israel karena mencegah para korban luka mendapat perawatan medis dan menghalangi upaya pekerja kemanusiaan menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan.
Ditanya apakah kecaman Guterres berlaku untuk Israel, Haq menjawab, “Itu berlaku untuk semua penggunaan kekuatan yang berlebihan, dan jelas dalam situasi ini, ada kekuatan berlebihan yang digunakan oleh pasukan Israel.”
Wakil juru bicara PBB menekankan bahwa Guterres “dengan jelas mengutuk semua kekerasan yang telah mempengaruhi warga sipil di wilayah Palestina yang diduduki, terlepas dari siapa pelakunya.”
Seperti diketahui Israel meluncurkan kampanye militer di Jenin pada dini hari Senin, dengan memobilisasi lebih dari 1.000 tentara sebagai cara untuk merusak “infrastruktur” kubu resistensi Palestina di kota dan kamp pengungsi Jenin.
Sedikitnya 12 warga Palestina gugur syahid dan satu tentara Israel tewas dalam konfrontasi di Jenin di mana reaksi sengit para pejuang Palestina berhasil memaksa Rezim Zionis menarik pasukannya setelah kurang dari dua hari.
Pasukan Israel akhirnya mundur dari Jenin pada Selasa malam setelah beraksi selama 44 jam. (mm/fna)
Baca juga: