PBB Tekankan Pentingnya Perjanjian Nuklir Iran

0
68

NewYork, LiputanIslam.com – Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyebut kesepakatan nuklir Iran sebagai kesepakatan penting sehingga dia berharap semua pihak tetap konsisten pada perjanjian yang diteken Iran dengan sejumlah negara terkemuka dunia pada tahun 2015 ini.

“(Perjanjian ini merupakan) suatu pencapaian diplomatik yang sangat penting dan kami berharap pihak-pihak yang terlibat akan tetap berpegang padanya,” ungkap Dujarric, Rabu (8/5/2019).

Dujarric membuat pernyataan demikian setelah sehari sebelumnya kantor berita Iran, IRNA, melaporkan bahwa Iran ingin “secara bertahap mengurangi komitmennya” kepada perjanjian yang diberi nama Rencana Aksi Bersama Komprehensif (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA) tersebut.

Dujarric mengatakan Presiden Iran Hassan Rouhani memberi pengarahan kepada para pemimpin Cina,  Jerman, Prancis, Inggris dan Rusia pada hari Rabu tentang tindakan yang direncanakan.

Rabu kemarin menandai satu tahun keluarnya AS dari perjanjian nuklir Iran sesuai keputusan yang diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump.

Kesepakatan nuklir yang dicapai di Wina pada 2015 itu secara signifikan mengurangi kegiatan nuklir Iran untuk mencegah negara ini dari kecurigaan berusaha membuat senjata nuklir. Sanksi Barat terhadap Iran dicabut seabagai imbalan atas pembatasan nuklir Iran, namun AS secara bertahap menerapkan kembali sanksinya, termasuk larangan ekspor minyak Iran.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina melaporkan bahwa Teheran telah menjaga kegiatan nuklirnya dalam batas yang disepakati.

Namun demikian, Trump mengatakan perjanjian itu tidak akan mencegah pembuatan arsenal nuklir dan tidak pula mengekang ambisi agresif regional Iran.

Sementara itu, Kremlin menegaskan bahwa Rusia tetap berkomitmen pada perjanjian nuklir Iran, mengutuk “tekanan irasional” yang mendorong Teheran untuk menunda beberapa komitmennya kepada JCPOA.

Juru bicara Kremlin Dmitry Piskov mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tetap berkomitmen pada perjanjian itu dan menilai sejauh ini belum ada alternatif lain.

“Putin telah berulang kali berbicara tentang konsekuensi tindakan-tindakan yang dipertimbangkan dengan buruk terhadap Iran, yaitu keputusan yang diambil oleh Washington,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa Rusia akan bekerja sama dengan negara-negara Eropa untuk mempertahankan “kesinambungan efektivitas” perjanjian nuklir.  (mm/raialyoum)

DISKUSI: