Teheran, LiputanIslam.com – Seorang petinggi militer Iran mengatakan bahwa sistem pertahanan udara taktis Sayyad buatan negara ini dapat menangangi lusinan target udara sekaligus pada jarak hampir 200 kilometer.
Wakil Menteri Pertahanan untuk Riset dan Urusan Industri Afshin Naderi Sharif menyebut peralatan militer buatan negaranya sebagai sistem berbasis darat jarak menengah yang dapat dikerahkan, dengan keistimewaan khusus dibandingkan sistem serupa.
Sistem pertahanan udara itu dilengkapi dengan kemampuan perlindungan diri jarak pendek dibandingkan dengan sistem Khordad-3 dan Khordad-15.
Dia menambahkan bahwa sistem perlindungan diri dipasang di salah satu menara rudal sistem pertahanan udara, membuat senjata tersebut kebal terhadap potensi ancaman di ketinggian rendah.
Naderi Sharif mencatat bahwa sistem pertahanan udara baru itu memiliki mobilitas yang lebih besar karena radar dan peluncur rudalnya telah digabungkan ke dalam satu kendaraan.
Pejabat militer itu menjelaskan bahwa Sayyad dapat mendeteksi dan melacak 24 target pada jarak 180 kilometer dan secara bersamaan menyerang enam hingga 12 target dalam jarak 120 kilometer.
Iran dalam beberapa tahun terakhir telah membuat terobosan besar di sektor pertahanannya dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan dan sistem militer yang penting.
Para pejabat militer Iran memuji kemajuan besar negaranya dalam memperluas jaringan pertahanan udara, dan menyatakan bahwa pasukan Iran berada pada tingkat kesiapan tertinggi untuk membela negaranya dari segala bentuk agresi.
Mereka memastikan bahwa kekuatan pencegahan yang dimiliki Iran telah membuat musuh lebih berhati-hati dalam bergerak, dan bahwa semua kepentingan dan peralatan mereka berada dalam jangkauan senjata Teheran.
Menurut mereka, Iran mampu menyerang kepentingan vital dan sensitif musuh di mana pun jika musuh mempunyai niat buruk. Mereka memastikan bahwa daerah yang jauh dari perbatasan Iran pun dipantau oleh unit pertahanan udara Iran untuk menghadapi kemungkinan ancaman. (mm/fna)
Baca juga: