Gaza, LiputanIslam.com – Sedikitnya 13 warga Palestina, termasuk sembilan anak di bawah umur, gugur syahid akibat pemboman Israel terhadap dua rumah di timur Rafah, selatan Gaza.
Sumber-sumber medis menyatakan, “13 orang , termasuk sembilan anak-anak, gugur syahid dalam serangan Israel terhadap dua rumah di kota Rafah pada Sabtu malam (20/4).”
Sebelumnya pada hari Sabtu, Dinas Pertahanan Sipil di Jalur Gaza mengumumkan pemulihan sejumlah korban serangan udara Israel di sebuah bangunan tempat tinggal di sebelah timur kota Rafah di Jalur Gaza selatan.
Dalam sebuah pernyataannya, lembaga itu menyebutkan bahwa timnya menemukan sejumlah korban serangan “pesawat rezim pendudukan (Israel) yang menyasar bangunan tempat tinggal bertingkat untuk keluarga Abdel-Al, di jl. George, sebelah timur Rafah.”
Dia menjelaskan bahwa timnya “masih berusaha menemukan sejumlah korban dan mencari orang hilang.”
Saksi mata menyatakan bahwa tim medis dan tim pertahanan sipil menemukan sejumlah korban, termasuk anak-anak laki-laki dan perempuan, dari gedung yang menjadi sasaran.
Sebelumnya pada hari Sabtu, seorang wanita Palestina yang sedang hamil gugur syahid dan janinnya terselamatkan, sementara yang lain terluka, akibat serangan Israel terhadap sebuah rumah dan lahan pertanian di kota Rafah.
Pemboman Israel berlanjut pada hari Minggu di Jalur Gaza, terutama di kota Rafah di selatan, karena tidak adanya indikasi kemungkinan mencapai gencatan senjata dalam perang berbulan-bulan antara Israel dan Hamas, sementara wilayah pendudukan Tepi Barat diwarnai eskalasi kekerasan.
Hamas pada hari Minggu mengecam pengesahan paket bantuan militer baru ke Israel senilai US$13 miliar oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS. Hamas menyebut hal itu sebagai “lampu hijau” AS kepada Rezim Zionis tersebut untuk melanjutkan agresi terhadap Palestina.
Enam setengah bulan setelah dimulainya perang di Jalur Palestina, ketakutan akan perluasan konflik di Timur Tengah mencapai puncaknya ketika Iran dan Israel saling bertukar serangan sejak awal April.
Namun tampaknya kedua belah pihak menghindari eskalasi, setelah Iran meremehkan pentingnya serangan Israel yang dilakukan pada dini hari Jumat, sementara Israel tidak mengomentari hal tersebut. (mm/raialyoum)