Sanaa, LiputanIslam.com – Gerakan Ansarullah Yaman mengumumkan niatnya untuk menyerang kapal perusahaan-perusahaan raksasa minyak AS, termasuk ExxonMobil dan Chevron.
Pusat Koordinasi Kemanusiaan di Sanaa, yang berafiliasi dengan pasukan Ansarullah, pada hari Selasa (30/9), menyatakan pihaknya telah mencantumkan 13 perusahaan AS, sembilan individu, dan dua kapal dalam daftar sanksi kelompok tersebut, menurut TV Al Masirah.
Pusat tersebut, yang bekerja sebagai penghubung antara pasukan kelompok tersebut dan perusahaan pelayaran komersial, menjelaskan di situs webnya bahwa entitas-entitas yang terdaftar “akan ditangani sesuai dengan prinsip konfrontasi,” yang menunjukkan bahwa mereka dianggap sebagai entitas yang bermusuhan dan terancam diserang.
Daftar tersebut juga mencakup ConocoPhillips dan Diamond S Shipping.
Pasukan Yaman kubu Ansarullah, selain menyerang Israel dan kapal-kapal yang terkait dengannya, juga menyerang kapal-kapal AS dan Inggris di Laut Merah sejak November 2023, sebagai tanggapan atas perang Israel di Jalur Gaza.
Sejak Tel Aviv melanjutkan operasi militernya di Jalur Gaza pada 18 Maret, pasukan Yaman telah mengintensifkan serangannya terhadap Israel dan kapal-kapal yang terkait dengannya, serta terhadap AS dan Inggris.
Hal ini mendorong pasukan AS untuk melancarkan ratusan serangan udara terhadap Yaman. Ansarullah dan AS mencapai kesepakatan gencatan senjata pada 6 Mei. Namun, Ansarullah menegaskan bahwa “perjanjian tersebut tidak mencakup operasi melawan Israel.” (mm/almasirah)