Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pihaknya telah melancarkan tiga operasi militer, yang menyasar Pangkalan Udara Ramon serta serta target vital Israel lain di Palestina pendudukan serta kapal induk USS Harry Truman AS dan sejumlah kapal perang yang menyertainya. Mereka juga bersumpah akan membalas “telak dan menyakitkan” jika AS kembali menyerang Yaman.
Berikut ini adalah pernyataan lengkap Jubir Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree pada hari Rabu (7/5) terkait dengan operasi militer tersebut;
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Allah Swt berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)
Demi mendukung bangsa tertindas Palestina dan para pejuangnya, dan sebagai penolakan terhadap kejahatan genosida musuh, Israel, terhadap saudara-saudara kami di Jalur Gaza, Unit Pasukan Pesawat Nirawak Yaman telah melancarkan dua operasi militer; pertama, menyasar Pangkalan Udara Ramon milik musuh, Zionis, di kawasan Um al-Rashrash (Eilat) di bagian selatan Palestina pendudukan (Israel) dengan dua unit pesawat nirawak; kedua, menyasar sebuah target vital musuh, Zionis, di daerah pendudukan Jaffa, dengan satu unit pesawat nirawak.
Dan demi menghadapi agresi AS terhadap negara kami serta sebagai balasan atas kejahatan yang dilakukan AS terhadap anak-anak bangsa kami yang mulia, pejuang dan teguh, Angkatan Laut dan Unit Pasukan Nirawak Yaman melancarkan operasi militer kualitatif terhadap kapal induk AS USS Harry Truman dan sejumlah kapal perang yang menyertainya di bagian utara Laut Merah dengan rudal balistik dan sejumlah pesawat nirawak.
Hasil operasi tersebut ialah sebagai berikut;
– Gagalnya serangan udara yang telah dipersiapkan untuk dilaksanakan terhadap negara kami.
– Jatuhnya jet tempur F-18 AS akibat kepanikan yang melandar musuh ketika terjadi operasi serangan (Yaman).
– Kaburnya kapal induk USS Harry Truman ke titik terjauh Laut Merah.
Operasi militer ini dilaksanakan sebelum musuh, AS, mengumumkan penghentian agresinya terhadap negara kami, dan Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan bahwa pihaknya tidak ragu-ragu melancarkan serangan-serangan telak dan menyakitkan bagi AS jika musuh ini kembali mengagresi negara kami.
Bangsa Yaman kami nan agung dalam pendiriannya yang benar sedang berjihad di jalan Allah, menunaikan kewajiban keagamaan, moral dan kemanusiaannya terhadap bangsa tertindas Palestina dan di depan segenap bangsa dan negara umat Arab dan Islam, serta pantang tunduk, merunduk, mundur dan menyerah, apapun risikonya.
Bangsa Yaman yang beriman dan pejuang hendaklah yakin bahwa Angkatan Bersenjata Yaman memiliki kekuatan militer yang – dengan tawakkal kepada Allah- membuatnya sanggup menanggapi agresi Israel dengan balasan yang setimpal.
Kami terus melarang pelayaran Israel di Laut Merah dan Laut Arab serta memblokade navigasi Bandara al-Lid (Ben-Gurion). Operasi kami berlanjut sampai agresi dan blokade terhadap Gaza dihentikan.
Kami teguh pada janji dan prinsip darah dibalas darah, bersama Gaza dan Palestina sampai menang, insya Allah.
Cukuplah Allah bagi kami sebagai penolong, dan Dia adalah sebaik-baiknya pelindung.
Hidup Yaman serta bebas, mulia dan merdeka.
Kemenangan bagi Yaman dan bagi seluruh kaum merdeka umat Islam.
Sanaa, 9 Dzulkaidah 1446 / 7 Mei 2025 M.
Demikian dirilis oleh Angkatan Bersenjata Yaman.
(mm/alalam)