Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan terhadap kapal induk AS di Laut Arab dan lokasi militer Israel di wilayah pendudukan Jaffa dan Ashkelon.
Serangan itu dilancarkan dengan menggunakan pesawat nirawak sebagai respon terhadap agresi AS terhadap Yaman dan perang genosida Israel di Gaza.
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree pada hari Rabu (30/4) mengatakan bahwa pasukan pesawat nirawak mereka melakukan operasi militer terhadap USS Carl Vinson dan kapal-kapal perang pengiringnya di Laut Arab dengan menggunakan beberapa pesawat nirawak.
Saree juga menyebutkan bahwa operasi ini dilakukan menyusul serangan sebelumnya terhadap USS Harry S. Truman di Laut Merah, yang memaksa kapal induk tersebut mundur ke Terusan Suez dan menyebabkan jatuhnya jet tempur F-18, sehingga mencegah serangan udara musuh di Yaman.
Selain itu, Angkatan Bersenjata Yaman juga melaporkan operasi ganda mereka terhadap lokasi militer Israel.
Saree menyatakan pihaknya telah mengerahkan tiga pesawat nirawak Yafa untuk menyerang “target militer vital” di wilayah Jaffa dan satu pesawat nirawak Yafa untuk menyerang target penting lainnya di Ashkelon.
Operasi Angkatan Bersenjata Yaman dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Sejak pertengahan Maret 2025, AS telah mengintensifkan serangan udara di Yaman dengan dalih berupaya menghalangi serangan negara itu terhadap pelayaran di Laut Merah.
Pada Rabu, pihak Yaman mengumumkan terjadinya “agresi Amerika” di bagian barat Yaman.
Saluran Al Masirah, pada Rabu malam menyatakan, “Agresi Amerika menargetkan distrik Al Hawak di provinsi Al Hudaydah dengan serangan udara,” tanpa rincian lebih lanjut.
Yaman telah memberlakukan larangan pelayaran kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah dan telah berulang kali menekankan bahwa semua kapal lain bebas untuk melakukan perjalanan di kawasan tersebut.
Yaman berjanji untuk terus melanjutkan operasi militernya hingga agresi AS dan blokade terhadap Gaza dihentikan. (mm/presstv/raialyoum)