Teheran, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pihaknya telah melancarkan tiga operasi militer kualitatif, demi membela rakyat tertindas Palestina dan mujahidinnya, sekaligus sebagai tanggapan atas agresi segi tiga AS,Inggris dan Israel terhadap Yaman.
Dalam keterangannya, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, pada hari Rabu (7/8) mengungkapkan bahwa pasukan rudal, pasukan drone, dan angkatan laut Yaman melancarkan operasi militer gabungan yang menyasar kapal Conship Ono di Laut Merah, dengan sejumlah rudal balistik dan drone, dan serangan tepat mengena target.
Saree menjelaskan bahwa serangan terhadap kapal itu “dilakukan karena perusahaan pemiliknya melanggar larangan masuk (yang diterapkan Yaman) ke pelabuhan-pelabuhan Palestina pendudukan.”
Sedangkan untuk operasi kedua dilakukan dengan sasaran kapal perusak USS Cole di Teluk Aden dengan sejumlah drone dan berhasil mencapai target.
Dalam operasi ketiga, angkatan laut Yaman menyerang kapal perusak AS Laboon dengan sejumlah rudal balistik.
Saree menjelaskan, “Penargetan terhadap kedua kapal perusak Amerika itu dilakukan ketika mereka sedang melintasi wilayah operasi angkatan bersenjata Yaman ke arah utara Laut Merah, sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan militer Amerika kepada musuh, Israel.”
Saree menambahkan, “Hasil operasi tersebut antara lain adalah kegagalan kedua kapal perusak itu untuk sepenuhnya merespon rudal dan drone, dan keberhasilan sejumlah drone dan rudal dalam mencapai targetnya.”
Dia juga menekankan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman “menganggap semua pergerakan militer Amerika di bidang operasi maritim untuk mendukung musuh Israel sebagai gerakan permusuhan,” dan bahwa mereka “tidak akan ragu untuk menargetkan pergerakan itu, menggunakan seluruh kekuatan dan sarana yang tersedia.”
Dalam pernyataannya, Saree juga menyerukan kepada seluruh bangsa Arab dan Islam untuk bersatu membela Palestina, Gaza, dan Syahid Ismail Haniyeh, dengan “mengambil tindakan kongkret untuk menolak pergerakan militer Amerika dan menolak segala bentuk dukungan terhadap Israel. ”
Di bagian akhir pernyataannya, Saree menegaskan bahwa operasi militer Yaman akan terus berlanjut, sampai agresi berhenti dan blokade terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dicabut. (mm/almayadeen)