Washington, LiputanIslam.com – Militer AS mengatakan bahwa pasukan Yaman menembakkan rudal balistik anti-kapal ke jalur pelayaran internasional di Teluk Aden pada hari Kamis, namun serangan itu tidak menjatuhkan korban atau kerusakan.
Komando Pusat AS mengatakan rudal tersebut terlihat menghantam air di samping kapal komersial, dan ini merupakan serangan ke-27 yang dilancarkan oleh pasukan Yaman yang bersekutu dengan Iran di jalur pelayaran internasional sejak 19 November.
Bloomberg mengungkapkan bahwa negara-negara Uni Eropa sedang mempelajari kemungkinan melancarkan operasi maritim dengan tujuan memulihkan keamanan dan kebebasan navigasi di Laut Merah, seiring dengan berlanjutnya serangan Yaman terhadap kapal-kapal di jalur air penting tersebut, meskipun ada peringatan dari AS dan sekutunya.
Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak bertemu dengan pemerintahannya pada Kamis malam untuk membahas situasi di Laut Merah dan kemungkinan mengarahkan serangan militer terhadap Houthi Yaman, menurut laporan media.
Sementara itu, Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan akan adanya respons “besar” terhadap AS dan sekutunya jika mereka melancarkan serangan militer terhadap Yaman.
Houthi mengatakan dalam pidatonya di televisi pada hari Kamis (11/1) bahwa tanggapan seperti itu akan lebih besar daripada serangan yang terjadi belakangan ini di mana drone dan rudal Yaman menyasar kapal-kapal AS dan Inggris.
“Kami akan menghadapi agresi Amerika. Setiap serangan Amerika tidak akan luput dari hukuman,” tegasnya Sayid Al-Houthi dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada hari Kamis.
“Setiap serangan Amerika tidak akan dibiarkan tanpa tanggapan. Responsnya akan lebih besar dibandingkan serangan yang dilakukan dengan dua puluh drone dan sejumlah rudal,” sambungnya.
Yaman telah bersumpah akan melakukan pembalasan setelah terbunuhnya 10 personel Angkatan Laut Yaman pada akhir Desember, ketika Angkatan Laut AS menenggelamkan tiga kapal cepat Ansarullah.
Pemimpin Ansarullah juga mengatakan, “Kami lebih bertekad untuk menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel, dan kami tidak akan mundur.”
Dia menjelaskan bahwa semua kapal lain kecuali yang menuju wilayah pendudukan Palestina aman selama negara mereka tidak menjadi bagian atau berencana untuk bergabung dengan koalisi anti-Yaman pimpinan AS. (mm/raialyoum/presstv)