Sanaa, LiputanIslam.com – Tentara Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan rudal maritim dan drone terhadap sebuah kapal di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb, karena kapal itu dinilai melanggar larangan memasuki pelabuhan Israel.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, pada Jumat malam (12/7) mengatakan: “Angkatan laut, pasukan drone, dan pasukan rudal Yaman telah melakukan operasi militer gabungan.”
Dia menjelaskan bahwa operasi tersebut “menyasar kapal Charysalis dua kali, pertama di Laut Merah dan kedua di Bab al-Mandeb, dengan sejumlah rudal maritim dan drone yang sesuai.”
Dia menambahkan bahwa serangan terhadap kapal tersebut merupakan akibat dari “tindakan perusahaan pemiliknya (yang tidak dia sebutkan) melanggar ketentuan (kelompok) yang melarang masuk ke pelabuhan-pelabuhan Palestina pendudukan.”
Dia juga menegaskan, “Operasi Angkatan Bersenjata (Yaman) tidak akan berhenti kecuali jika agresi (Israel) dihentikan dan blokade terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dicabut.”
Siang hari sebelumnya, jutaan orang kembali menggelar aksi bela Palestina di Sanaa, ibu kota Yaman, serta berbagai kota dan daerah lainnya di negara ini. Dalam gempita aksi itu massa menegaskan bahwa bangsa Yaman akan mengandaskan semua konspirasi musuh, dan melanjutkan operasi militer serta berbagai aksi dan kegiatan lain untuk membela bangsa Palestina.
Massa juga menyatakan dukungan penuh dan mutlak mereka kepada semua tindakan dan langkah yang diambil oleh pemimpin gerakan Ansarillah, Sayid Abdul Malik al-Houthi, di jalur perubahan secara fundamental, yang dia ungkapkan dalam pidato-pidato sebelumnya. (mm/raialyoum)