Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pelaksanaan operasi militer kualitatif menggunakan lima unit drone yang menyasar beberapa lokasi vital di wilayah pendudukan, termasuk Bandara Lod, Pelabuhan Umm al-Rashrash (Eilat), Bandara Ramon, dan wilayah Ashdod.
Juru bicara resmi Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan militer pada Senin malam (21/7) mengatakan, “Operasi ini dilakukan untuk mendukung rakyat Palestina yang tertindas dan para pejuang mereka, sebagai tanggapan atas genosida yang dilakukan musuh Zionis terhadap saudara-saudara kami di Jalur Gaza, dan sebagai tanggapan atas agresi mereka belakangan ini di pelabuhan Hodeidah.”
Saree menambahkan, “Yaman nan agung telah menjadi sasaran agresi brutal selama beberapa bulan terakhir dan telah berhasil menghadapinya dengan gigih. Yaman siap menghadapi segala bentuk agresi di masa mendatang yang bertujuan mencegahnya memenuhi kewajiban agama, moral, dan kemanusiaannya di depan rakyat tertindas Palestina.”
Saree menutup pernyataannya dengan menekankan, “Kami akan terus berlanjut dan berkomitmen untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada rakyat tertindas Palestina. Operasi kami tidak akan berhenti sampai agresi di Gaza berhenti dan blokade dicabut.”
Sebelumnya pada hari Senin, Mohammed al-Bukhaiti, anggota senior gerakan perlawanan Ansarullah di Biro Politik Yaman, memperingatkan bahwa Yaman akan meningkatkan operasi pembalasannya jika rezim Israel mengintensifkan serangannya terhadap Yaman.
Sejak dimulainya perang genosida Israel di Gaza pada Oktober 2023, pasukan Yaman telah melakukan berbagai operasi untuk mendukung warga Gaza, dan menyerang target-target di seluruh wilayah pendudukan Palestina. Yaman juga telah menyerang kapal-kapal Israel atau kapal-kapal yang menuju pelabuhan di wilayah-wilayah pendudukan.
Kebrutalan pasukan Zionis Israel di Gaza sejauh ini telah menggugurkan sedikitnya 59.029 warga Palestina, yang sebagian besarnya perempuan dan anak-anak. (mm/alalam)