Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangannya terhadap berbagai lokasi sensitif Israel di wilayah Tel Aviv dengan dua rudal balistik, salah satunya adalah rudal berhulu ledak kluster.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (3/9) menyatakan pihaknya telah meluncurkan “rudal balistik kluster Palestina 2 yang dilengkapi dengan beberapa hulu ledak, untuk kedua kalinya, dan satu lagi rudal Dzulfiqar menuju Jaffa (Tel Aviv).”
Saree menyebutkan serangan itu mengenai “target-target sensitif dan berhasil mencapai tujuannya,” serta menyebabkan “sejumlah besar warga Israel berhamburan ke tempat perlindungan.”
Di pihak lain lain, otoritas Israel menutup sementara wilayah udara di sekitar Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, Israel tengah, setelah sebuah rudal diluncurkan dari Yaman, menurut media berbahasa Ibrani.
Sirene serangan udara berbunyi di wilayah Tel Aviv dan sekitarnya di Israel tengah, serta di Al-Quds (Yerusalem) Barat.
Saluran swasta Israel, Channel 12, melaporkan bahwa ini adalah pertama kalinya sirene serangan udara berbunyi di Tel Aviv dan Al-Quds Barat sejak Israel menyerang Yaman hingga menggugurkan perdana menteri dan beberapa menteri dalam serangan udara di Sanaa pekan lalu.
Dalam beberapa hari terakhir, Israel mengumumkan telah mencegat dua pesawat nirawak yang diluncurkan dari Yaman selama dua hari berturut-turut.
Saluran televisi Israel tersebut melaporkan bahwa wilayah udara di sekitar Bandara Ben Gurion di Tel Aviv ditutup untuk sementara waktu setelah sebuah rudal terdeteksi diluncurkan dari Yaman dan selama periode ketika sirene serangan udara berbunyi.
Tentara Israel mengatakan pada Rabu malam bahwa mereka telah mencegat sebuah rudal dari Yaman, yang memicu sirene serangan udara di beberapa wilayah Israel.
Tentara Israel menjelaskan dalam sebuah pernyataan di platform perusahaan Amerika X: “Sebagai kelanjutan dari peringatan yang dibunyikan beberapa waktu lalu di beberapa wilayah wilayah negara ini, Angkatan Udara mencegat sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman.”
Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa sirene serangan udara berbunyi di puluhan permukiman dan kota di wilayah Laut Mati, Negev (selatan), dan Yudea (Israel tengah).
Dengan dukungan Amerika Serikat, Israel terus mengobarkan perang genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, membantai 63.633 warga Palestina dan melukai 160.914 orang. Sebagian besar korban anak-anak dan kaum perempuan. Perang itu juga menyebabkan lebih dari 9.000 orang hilang, ratusan ribu orang mengungsi, dan kelaparan pun sejauh ini telah menewaskan 367 warga Palestina, termasuk 131 anak-anak. (mm/raialyoum)