Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pelaksanaan dua operasi militer; pertama terhadap target militer Israel di wilayah pendudukan Jaffa, dan kedua terhadap sejumlah kapal perang musuh di Laut Merah.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh jubirnya, Brigjen Yahya Saree, pada hari Rabu (9/4), Angkatan Bersenjata Yaman menjelaskan bahwa pasukan drone negara ini telah melancarkan operasi militer yang menyasar target militer Israel di Jaffa dengan pesawat nirawak Yafa.
Dia menyebutkan bahwa pasukan drone Yaman juga menyerang sejumlah kapal perang AS, terutama kapal induk USS Harry S. Truman, di utara Laut Merah, dengan sejumlah drone.
Menurutnya, Angkatan Bersenjata Yaman terus menghadapi agresi AS yang sedang berlangsung terhadap Yaman dan menanggapi kejahatannya terhadap warga sipil di beberapa provinsi.
Dia menjelaskan, “Angkatan bersenjata, saat mereka bertempur dalam pertempuran ini dengan gagah berani, menantang, dan beriman, menegaskan kembali, sebagaimana yang telah mereka tegaskan selama beberapa tahun terakhir, bahwa Yaman yang agung tidak dapat dipatahkan dan tidak akan mundur dari mendukung dan membela rakyat tertindas Palestina, dan tidak akan menyerah pada agresi Amerika. Yaman akan tetap seperti sebelumnya, dan akan selalu dan selamanya menjadi kuburan bagi para penyerang.”
Angkatan Bersenjata Yaman juga menegaskan kontinyuitas upaya mereka untuk mencegah navigasi Israel di Laut Merah dan Laut Arab, menghadapi agresi, dan mendukung rakyat Palestina yang tertindas sampai agresi dan blokade terhadap Gaza dihentikan.
Sementara itu, Media Perang Yaman, yang berafiliasi dengan kelompok Ansarullah, menerbitkan rekaman serpihan drone MQ-9 AS yang ditembak jatuh di atas Provinsi Al-Jawf oleh rudal permukaan-ke-udara buatan lokal pada hari Rabu.
Ansarullah sebelumnya mengumumkan jatuhnya drone MQ-9 AS di atas Provinsi Al-Jawf saat melaksanakan apa yang disebutnya sebagai “misi permusuhan” sebagai bagian dari serangan udara AS yang sedang berlangsung di Yaman.
Sebuah pernyataan video yang dikeluarkan oleh Angkatan Bersenjata dan dibacakan oleh Yahya Saree menyebutkan bahwa operasi penembakan itu dilakukan dengan menggunakan rudal produksi lokal.
Drone AS ini adalah yang ketiga ditembak jatuh dalam 10 hari, dan yang ke-18 sejak peluncuran kampanye “Kemenangan yang Dijanjikan dan Jihad Suci” untuk mendukung Palestina. (mm/alalam/raialyoum)