Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman mengaku bertanggung jawab atas operasi militer terhadap instalasi strategis Israel di wilayah pendudukan, untuk mendukung rakyat Gaza dan sebagai tanggapan atas kekejaman terbaru rezim Zionis Israel di wilayah pesisir yang terkepung tersebut.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, pada hari Kamis (20/3) menyatakan bahwa pasukan rudal Yaman menyerang Bandara Internasional Ben Gurion, 20 kilometer tenggara Tel Aviv, dengan rudal balistik hipersonik Palestine-2.
Saree memastikan serangan balasan tersebut berhasil mencapai sasaran yang diinginkan.
Dia menekankan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman terus secara efektif menghadapi agresi AS terhadap Yaman untuk hari kelima.
Saree mengatakan pasukan rudal, angkatan laut, dan angkatan udara Yaman telah meningkatkan penargetan mereka terhadap kapal perang musuh di Laut Merah, termasuk kapal induk AS USS Harry S. Truman dan kapal-kapal perang yang menyertainya.
Pejabat senior militer Yaman menyatakan pihaknya berhasil menargetkan kapal-kapal tersebut dengan sejumlah rudal balistik dan jelajah serta pesawat nirawak.
Saree menegaskan kembali bahwa AS akan gagal mencegah Yaman menyerang wilayah yang diduduki Israel sebagai tanggapan atas pembantaian yang dilakukan rezim tersebut terhadap rakyat Gaza.
Dia juga menegaskan kembali bahwa eskalasi serangan udara tidak akan pernah berhasil menghalangi bangsa Yaman memenuhi kewajiban agama dan moral mereka terhadap rakyat tertindas Palestina.
Angkatan Bersenjata Yaman akan terus mencegah kapal-kapal yang terkait dengan Israel berlayar di Laut Merah dan Laut Arab hingga agresi berdarah terhadap Yaman berhenti, dan blokade yang melumpuhkan warga Palestina di Jalur Gaza sepenuhnya dicabut.
Secara terpisah, unit pertahanan udara Yaman berhasil mencegat dan menembak jatuh pesawat nirawak MQ-9 Reaper AS lainnya saat pesawat itu melakukan pelanggaran di wilayah udara di atas provinsi Dhamar di barat daya Yaman.
Menurut militer Yaman, pesawat AS itu ditembak jatuh dengan rudal permukaan-ke-udara buatan Yaman, saat sedang melakukan operasi pengintaian pesawat nirawak di atas wilayah tersebut.
Pesawat nirawak MQ-9 yang jatuh itu adalah yang keenam belas dari jenisnya yang ditembak jatuh di wilayah udara negara itu sejak awal Oktober 2023. (mm/presstv)