Pasukan Yaman Sambut Gembira Serangan Drone Kelompok Misterius terhadap UEA

0
302

Jubir Houthi Yaman, Brigadir Yahya Saree. Sumber: Debriefer.net

Sanaa, LiputanIslam.com –   Pasukan Yaman kubu Sanaa menanggapi dan menyambut gembira kabar adanya serangan drone dari sebuah kelompok yang menamakan diri Brigade Janji Yang Benar terhadap Uni Emirat Arab.

Seperti pernah diberitakan, UEA mengaku telah kedatangan tiga drone penyerang, dan mengaku berhasil menangkis serangan tiga drone di sebuah daerah terbuka jauh dari permukiman penduduk di wilayahnya, menyusul adanya pengakuan sebuah kelompok tersebut, pada Rabu lalu.

Jubur tentara Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, Kamis (3/1), seakan tak percaya kepada klaim keberhasilan UEA menangkis serangan itu, menyambut gembira dan mengucapkan selamat atas terjadinya serangan kelompok yang masih misterius itu terhadap UEA.

“Kami mengucapkan selamat atas operasi jihad yang dilancarkan terhadap musuh, Emirat, dan kami berterima kasih atas pendirian cemerlang, bertanggungjawab dan solidaritas dengan bangsa Yaman terhadap Emirat ini,” ungkapnya.

Kelompok misterius itu sendiri dalam sebuah pernyataannya mengaku telah menarget instalasi-instalasi vital di Abu Dhabi, UEA, dengan melesatkan empat unit drone, dan berjanji akan terus melanjutkan serangan itu sampai “campurangan UEA” di Irak dan Yaman berhenti.

Pasukan Yaman sendiri sudah melancarkan tiga gelombang serangan rudal balistik dan drone terhadap UEA dalam operasi militer yang dinamai “Badai Yaman” dengan sasaran berbagai obyek vital di Abu Dhabi dan Dubai. Mereka juga mengancam akan menjadikan Expo 2020 di Dubai sebagai target serangan.

UEA adalah sekutu utama Arab Saudi dalam invasi militer ke Yaman yang dilancarkan sejak tahun 2015 sampai sekarang dengan dalih membantu pemerintahan tersingkir Abd Mansour Hadi melawan gerakan Ansarullah yang mereka sebut sebagai pemberontak. Invasi ini telah memasuki tahun ketujuh, namun Ansarullah justru semakin menguat, sementara jutaan rakyat sipil terdera bencana kemanusiaan yang dinilai PBB terburuk di dunia. (mm/mna)

DISKUSI: