Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah pada hari Kamis (13/7) mengumumkan pelaksanaan “tiga operasi militer sukses” selama 24 jam terakhir dengan target kapal-kapal di Laut Arab dan Laut Merah.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, dalam pernyataan yang disiarkan televisi menyebutkan bahwa operasi pertama membidik kapal bernama Verbena di Laut Arab, dan kapal ini pun terkena tembakan dan terbakar .
Dia menambahkan bahwa operasi kedua dan ketiga menyasar kapal Sea Guardian dan Athina di Laut Merah. Disebutkan bahwa serangan dalam dua operasi ini juga tepat mengena target.
Saree menyatakan tiga operasi militer itu sukses dilancarkan dengan menembakkan sejumlah rudal balistik maritim dan drone.
Dia memastikan Angkatan Bersenjata Yaman akan terus melaksanakan arahan Pemimpin Besar Ansarullah, Sayid Abdul Malik Al-Houthi, memperluas operasi, mengembangkan kemampuan, membela rakyat tetrindas Palestina di Jalur Gaza, dan mempertahankan kedaulatan tanah air serta kebebasan dan kemerdekaan Yaman.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman juga menegaskan bahwa operasi militer anti-Israel dan sekutunya, termasuk dengan menyerang kapal-kapal Israel atau yang terkait dengan Israel, tidak akan mereka hentikan sebelum agresi dan blokade Israel terhadap Jalur Gaza dihentikan.
Pidato Pemimpin Ansarullah
Di hari yang sama, Sayid Abdul Malik Al-Houthi dalam pidato televisi mengutuk pembantaian warga Palestina oleh pasukan Zionis Israel di Jalur Gaza , dan mengecam beberapa penguasa Arab yang disebutnya bahkan mengkhianati umat Islam melalui kolaborasi dengan Israel.
Dia menegaskan bahwa siapapun tak boleh “netral dan acuh tak acuh” terhadap tragedi genosida di Gaza.
Dia memuji ketangguhan para pejuang Palestina di Gaza dalam melawan pasukan bersenjata lengkap Israel.
“Palestina berhasil mencapai prestasi luar biasa meskipun sarana yang mereka miliki terbatas…. Ketabahan para pejuang perlawanan di Gaza membuktikan keyakinan mereka yang tak tergoyahkan dan kesadaran mendalam mereka,” ungkap Sayid Al-Houthi.
Dia mengutuk keras aksi pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Zionis di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah, yang telah menggugurkan sedikitnya 210 warga Palestina dan melukai lebih dari 400 orang lainnya.
Rudal Burkan ledakkan pangkalan Israel
Memuji operasi militer para pejuang Hizbullah Lebanon, Sayid Houthi menyatakan bahwa serangan rudal dan drone mereka telah memberikan pukulan yang “menyakitkan” kepada rezim Zionis.
“Rudal Burkan kaliber berat yang digunakan oleh pejuang Hizbullah telah menimbulkan kehancuran besar pada instalasi militer Israel yang menjadi sasaran,” ungkapnya.
Kapal Induk AS terusir
Mengenai pasukan Yaman sendiri dia mengatakan bahwa Angkatan Laut Yaman sejauh ini telah menyerang 145 kapal Israel dan kapal komersial yang terkait dengannya di Laut Merah dan Laut Arab, dan bahwa operasi maritim Yaman telah membuat kapal induk AS USS Dwight D. Eisenhower terpaksa menyingkir dari Laut Merah.
Sayid Al-Houthi menyebutkan AS dan Inggris telah menyerang Yaman puluhan kali selama seminggu terakhir, dan yang terakhir adalah tiga serangan di distrik al-Salif di provinsi Hudaydah, pada hari Kamis.
Dia juga memperingatkan Arab Saudi agar tidak bekerja sama dengan AS untuk menyerang Yaman atas operasi anti-Israel. (mm/alalam)