Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kembali melancarkan operasi militer lagi terhadap Israel sembari memperingatkan negara-negara Arab dan Muslim agar tidak mengabaikan perjuangan Palestina.
Dalam sebuah pernyataan mengenai serangan tersebut pada dini hari Rabu (13/8), pasukan Yaman memperingatkan dunia Islam bahwa “rencana musuh (Israel) untuk menghapus Palestina berisiko berdampak fatal bagi negara-negara Arab dan Islam.”
“Peniadaan perjuangan Palestina akan mendorong musuh untuk menyerang bangsa dan negara lain, kecuali mereka mendukung keteguhan Gaza,” tambah mereka.
Dalam pernyataan itu, pasukan Yaman mengaku telah melesatkan enam unit drone berbahan peledak ke empat target sensitif di wilayah pendudukan Palestina.
Mereka menyebutkan tiga target berupa pelabuhan Haifa dan Eilat, yang merupakan pusat maritim Laut Merah Israel, dan kota Be’er Sheva yang merupakan pusat “kemajuan teknologi” mereka.
Pada bulan Juli, rezim terpaksa menutup Eilat di tengah serangan Yaman secara terus-menerus.
Target keempat serangan itu disebutkan berupa lokasi di Gurun Negev, yang menampung banyak instalasi militer penting yang strategis.
“Operasi tersebut berhasil mencapai tujuannya,” tambah pernyataan itu.
Sebagaimana dalam pengumuman sebelumnya, pasukan Yaman berjanji melanjutkan serangan yang dimulai tepat setelah rezim Zionis melancarkan perang genosida di Jalur Gaza pada Oktober 2023.
Operasi tersebut, menurut mereka, akan terus dilanjutkan selagi Israel masih mengobarkan perang, yang sejauh ini telah merenggut nyawa setidaknya 61.600 orangPalestina, yang sebagian besarnya perempuan dan anak-anak, dan memblokade Jalur Gaza. (mm/presstv)