Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pelaksanaan tiga operasi militer baru bela Palestina, termasuk bekerja sama dengan pejuang anti-teror Irak.
Juru bicara militer Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree pada hari Senin (15/7) mengatakan, “Operasi pertama dilakukan oleh angkatan laut, pasukan rudal, dan angkatan udara dengan menggunakan beberapa kapal drone, drone udara, dan rudal balistik, dengan sasaran kapal ‘Bentley I’ di Laut Merah.”
“Operasi kedua menyasar kapal tanker minyak ‘Chios Lion’ di Laut Merah dengan perahu nirawak, dan tepat mengena target secara langsung,” kata juru bicara tersebut.
Dia mengatakan kapal-kapal itu diserang karena melanggar larangan yang diterapkan militer Yaman bagi pelayaran menuju pelabuhan di wilayah pendudukan Palestina.
Pasukan Israel telah menerapkan larangan tersebut sejak 7 Oktober, ketika rezim Israel mulai melancarkan perang genosida terhadap Jalur Gaza.
Serangan brutal Israel sejauh ini telah menggugurkan sedikitnya 38.664 warga Palestina, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, serta melukai 89.097 lainnya.
Yahya Saree menambahkan bahwa operasi militer ketiga dilakukan secara bersama oleh pasukan Yaman dan para pejuang Resistensi Islam Irak (IRI) dengan sasaran yang terletak di Laut Mediterania.
Dia menyebutkan targetnya adalah sebuah kapal bernama “Olvia,” dan memastikan bahwa operasi tersebut telah berhasil mencapai tujuannya.
Saree memberikan spesifikasi kapal tersebut, sementara Vessel Finder, sebuah layanan pelacakan pelayaran, menyebutnya sebagai kapal tanker kimia dan produk minyak berbendera Siprus yang berlabuh di pelabuhan Ashdod di bagian tengah wilayah pendudukan pada 13 Juli sebelum berlayar menuju Mediterania Timur.
Ketiga operasi tersebut, kata juru bicara Saree, dilakukan “demi membela rakyat tertindas Palestina dan sebagai balasan terhadap pembantaian di al-Mawasi .”
Al-Mawasi adalah sebuah kamp pengungsi di dekat kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan, yang menjadi sasaran serangan udara intensif Israel pada hari Sabtu, hingga menyebabkan sedikitnya 90 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, gugur dan lebih dari 300 lainnya terluka.
Israel menggempur kamp itu dengan dalih menyerang para pemimpin Hamas.
Saree mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan bahwa pasukan Yaman akan melanjutkan operasi bela Palestina mereka selama rezim Zionis Israel masih mempertahankan perang dan blokade terhadap Gaza. (mm/presstv)