Sanaa, LiputanIslam.com – Gerakan Ansarullah Yaman pada Selasa malam (11/3) mengumumkan bahwa mereka siap melanjutkan operasi militer terhadap Israel dan menghadapi segala konsekuensinya. Operasi ini diharapkan akan dimulai setelah berakhirnya batas waktu yang sebelumnya ditetapkan bagi Tel Aviv untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza.
Kabinet pemerintahan Ansarullah mengatakan pihaknya mengadakan pertemuan di ibu kota, Sanaa, untuk membahas batas waktu yang diberikan kepada Tel Aviv untuk mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza.
Mereka memastikan pihaknya siap melakukan operasi melawan Israel “pada saat batas waktu berakhir, jika bantuan tidak masuk” ke Jalur Palestina.
Mereka menekankan”kesiapan semua kementerian, lembaga, institusi, dan departemen resmi untuk menanggapi setiap perkembangan atau konsekuensi dari pendirian Yaman ini dalam mendukung saudara-saudara kita yang tertindas di Gaza dan mujahidin di Palestina pada umumnya, dan untuk mengambil langkah-langkah dan prosedur yang diperlukan untuk melaksanakan resolusi di semua tingkatan.”
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang berafiliasi dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, di platform X mengumumkan dimulainya kembali larangannya terhadap kapal-kapal Israel melewati perairan Yaman, menyusul berakhirnya batas waktu yang diberikan kepada Tel Aviv untuk mengizinkan bantuan masuk ke Jalur Gaza.
Saree menyatakan; “Setelah berakhirnya tenggat waktu yang diberikan oleh Pemimpin Besar Sayyid Abdul Malik Badruddin al-Houthi kepada para mediator untuk menekan Israel agar membuka kembali penyeberangan dan mengizinkan bantuan ke Jalur Gaza, dan mengingat ketidakmampuan para mediator untuk mencapainya, Angkatan Bersenjata Yaman mengonfirmasikan dimulainya kembali larangan lintas semua kapal Israel di wilayah operasional yang ditentukan di Laut Merah dan Laut Arab, Bab al-Mandab, dan Teluk Aden.”
Saree menekankan bahwa “kapal Israel yang mencoba melanggar larangan ini akan menjadi sasaran di wilayah operasi yang dinyatakan.”
Dia juga menegaskan, “Larangan ini akan terus berlanjut hingga penyeberangan ke Jalur Gaza dibuka kembali dan bantuan, makanan, dan obat-obatan diizinkan masuk.” (mm/raialyoum)