Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah telah melancarkan dua operasi militer gabungan dengan kelompok pejuang Resistensi Islam Irak (IRI) terhadap kapal-kapal di pelabuhan Haifa Israel.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi, Kamis (6/5), mengatakan, “Yang pertama menyasar dua kapal yang membawa peralatan militer di pelabuhan Haifa, sementara yang kedua menyasar sebuah kapal yang melanggar larangan masuk ke pelabuhan tersebut.”
Dia menambahkan, “Kedua operasi tersebut dilakukan dengan sejumlah drone , dan serangannya akurat.”
Militer Israel segera menyangkal pernyataan itu dan menyebutnya “tidak benar”.
Pasukan Yaman dan kelompok pejuang Irak yang didukung Iran dan beroperasi dengan nama Resisrensi Islam Irak secara terpisah mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap kepentingan Israel di kawasan Timteng.
Perkembangan ini menunjukkan peningkatan koordinasi antarelemen Poros Resistensi , yang juga mencakup Hizbullah Lebanon, dan didukung Iran.
Serangan terbaru ini terjadi sebagai tanggapan atas “pembantaian musuh Israel di Rafah” di Jalur Gaza selatan, ungkap Yahya Saree.
Pemimpin gerakan Ansarullah Sayid Abdul Malik al-Houthi mengatakan operasi gabungan pasukan Yaman dengan IRI terhadap Israel akan meningkat.
Pasukan Yaman telah menyerang pelayaran internasional yang terkait dengan Israel di Laut Merah sejak November demi solidaritas dengan Palestina dan melawan serangan Israel di Gaza.
Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran akan eskalasi regional seiring dengan berlanjutnya perang Israel di Gaza, yang telah menggugurkan lebih dari 36.500 orang Palestina.
Di Lebanon, kelompok pejuang Hizbullah belakangan ini menegaskan bahwa mereka “siap berperang habis-habisan” dengan Israel jika hal itu dipaksakan kepada mereka. Kelompok ini dan Israel telah saling baku tembak hampir setiap hari selama delapan bulan terakhir.
Bulan lalu, beberapa hari sebelum tentara Israel melancarkan serangan di kota Rafah yang padat penduduk, pasukan Yaman memperingatkan bahwa mereka akan menyerang kapal-kapal yang menuju pelabuhan Israel di wilayah mana pun dalam jangkauan mereka.
Serangan-serangan tersebut telah memaksa perusahaan-perusahaan pelayaran yang terkait dengan Israel mengubah rute kargo untuk perjalanan yang lebih lama dan lebih mahal di sekitar Afrika Selatan.
Saree mengatakan tentara Israel harus menghadapi “operasi gabungan yang lebih spesifik” sampai “agresi brutal dan kriminalnya berhenti dan pengepungannya terhadap orang-orang kami di Jalur Gaza dicabut”.
Saree juga mengatakan, “Angkatan Bersenjata Yaman menyerukan kepada semua tentara Arab untuk berpartisipasi dalam mendukung operasi perlawanan Palestina, menunaikan tugas keagamaan dan kemanusiaan mereka terhadap rakyat Palestina.”
Koalisi militer pimpinan AS telah mengebom sasaran-sasaran Houthi sejak Januari, namun pasukan Yaman tetap melanjutkan serangannya.
Sejak 7 Oktober, tentara Zionis Israel telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza, memaksa sekitar 1,7 juta orang meninggalkan rumah mereka dan mendorong wilayah yang terblokade itu ke ambang kelaparan. (mm/almasirah/aljazeera)