Pasukan Relawan Irak Terapkan Status Siaga Keamanan Tinggi, Ada Apa?

0
129

Baghdad, LiputanIslam.com –  Sumber keamanan di Irak menyatakan bahwa pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi sedang menerapkan status siaga keamanan tertinggi.

“Para pejuang al-Hashd al-Shaabi berada di level keamanan siaga keamanan tinggi,” ujar narasumber yang meminta tidak disebutkan identitasnya itu kepada saluran TV Irak al-Sumaria, Kamis (26/12/2019).

Dia menambahkan bahwa siaga keamanan tinggi pasukan relawan yang andil besar dalam penumpasan kelompok teroris ISIS di Irak itu diterapkan kali ini bukan terhadap ISIS, melainkan terhadap dugaan mengenai adanya “suatu pergerakan” Amerika Serikat (AS) di Irak.

Sayangnya, dia juga enggan memberikan keterangan lebih jauh mengenai pergerakan AS di Negeri 1001 Malam itu.

Al-Hashd al-Shaabi yang belakangan menjadi bagian dari Angkatan Bersenjata Irak didirikan pada tahun 2014 menyusul fatwa jihad dari ulama paling berpengaruh di Irak Grand Ayatullah Sayid Ali al-Sistani setelah kawanan teroris ISIS yang diam-diam didukung AS, Israel, Turki, dan beberapa rezim Arab datang dari Suriah menyerbu Irak dan berhasil menguasai banyak wilayah utara dan barat negara ini.

Baca: Irak Sebut Klaim Israel tentang Kerusuhan di Irak Hanya Propaganda Memecah Hubungan Irak-Iran

Bahu membahu dengan pasukan militer Irak, pasukan relawan itu diakui memiliki peranan yang sangat besar dalam perang dan penumpasan ISIS yang berlangsung selama beberapa tahun.

Popularitas al-Hashd al-Shaabi yang didukung, dilatih, dan dipersenjatai Iran itu lantas menimbulkan kecemasan pada AS dan sekutunya. Kecemasan AS ini diduga kuat menjadi latar belakang di balik serangan-serangan misterius pada basis-basis dan arsenal al-Hashd al-Shaabi.

Baca: Parlemen Irak Setujui UU Pemilihan Baru Sesuai Tuntutan Demonstran

Beberapa penyelidikan menunjukkan bahwa serangan-serangan yang sebagian diantaranya menyebabkan kebakaran dan ledakan itu berasal dari pesawat-pesawat nirawak AS dan Israel. (mm/fars)

DISKUSI: