Pasukan Khaftar Rebut Kembali Sebuah Kota dari Tangan Pasukan GNA yang Didukung Turki

0
115

Benghazi, LiputanIslam.com –   Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin oleh Khalifa Haftar telah merebut kembali kota Al-Asaba di Gunung Barat setelah terlibat pertempuran singkat dengan pasukan Pemerintahan Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung oleh Turki.

Laporan dari para aktivis LNA di lapangan menunjukkan bahwa kota itu telah dibersihkan, dan kini LNA mereka sedang bersiap untuk menyerang GNA di kota Gharyan.

Pasukan GNA merebut Al-Asaba pada 21 Mei lalu dalam serangan besar-besaran terhadap posi-posisi LNA.

Serangan ini dilakukan tak lama setelah GNA merebut pangkalan udara strategis Al-Watiyah di dekat perbatasan Tunisia.

Sejak itu, LNA telah melakukan serangan dengan tujuan merebut kembali wilayah mereka yang jatuh ke tangan pasukan GNA dalam 90 hari terakhir.

Juru bicara LNA Mayjen Ahmed Al-Mismari Senin malam (1/6/2020) waktu setempat menyatakan sejumlah besar pemimpin pasukan GNA dan militan asal Suriah terbunuh dalam pertempuran terbaru tersebut.

“Sebagian besar pemimpin milisi Libya dan Suriah telah dieliminasi,” ujar Al-Mismari dalam konferensi pers di kota Benghazi.

Al-Mismari menambahkan bahwa LNA berhasil menguasai Al-Asaba setelah melancarkan serangkaian serangan udara yang menargetkan pasukan GNA untuk mempersiapkan kontrol atas wilayah tersebut, dan warga setempat menyambut gembira kedatangan LNA.

Dia memperingatkan bahwa keberhasilan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pertempuran Libya akan memotivasinya untuk mengirim militan Suriah dan Libya ke negara-negara lain. (mm/raialyoum/amn)

 

DISKUSI: