Gaza, LiputanIslam.com – Israel kembali melancarkan serangan udara terhadap tempat-tempat yang dianggap “aman” bagi para pengungsi, hingga menggugurkan banyak warga Palestina di wilayah selatan dan tengah Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa pasukan rezim pendudukan Israel pada hari Selasa (16/7) membunuh sedikitnya 17 orang dalam serangan di area tenda yang menampung keluarga pengungsi di Khan Younis.
Serangan di kawasan Attar di kamp pengungsi Mawasi di Khan Younis juga melukai puluhan orang.
Empat anggota keluarga, termasuk dua anak, juga gugur di Khan Younis.
Di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah, pasukan Zionis membom gedung sekolah yang menampung pengungsi Palestina, hingga menggugurkan sedikitnya 23 orang dan melukai sedikitnya 73 orang, ungkap kementerian tersebut.
Serangan udara tersebut menghantam Sekolah al-Razi, yang dikelola oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Faksi pejuang Hamas dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa jurnalis Mohammed Mishmish dan putranya Baraa “gugur syahid dalam pembantaian Nuseirat.” Dengan demikian, jumlah total wartawan yang terbunuh di wilayah tersebut sejak 7 Oktober 2023 menjadi 160 orang, menurut pernyataan itu.
Pada hari yang sama, lima warga Palestina lainnya gugur dalam serangan terhadap sebuah rumah di Rafah di ujung selatan Jalur Gaza.
Daerah-daerah yang diserang oleh pasukan rezim pada hari Selasa terletak di dalam “zona aman kemanusiaan,” di mana Israel sendiri telah mengimbau warga Palestina untuk mencari perlindungan.
Otoritas kesehatan Gaza dalam pembaruan datanyanya pada hari Selasa menyatakanIsrael telah membunuh sedikitnya 38.710 orang di seluruh wilayah tersebut sejak awal Oktober. (mm/presstv)