Quds, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak negara-negara Barat meningkatkan upaya mereka memerangi anti-Semitisme dan melindungi komunitas Yahudi, menyusul insiden penembakan massal yang menewaskan 15 orang dalam perayaan Hanukkah di Sydney pada hari Minggu (14/12).
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Selasa (16/12), Netanyahu mengatakan, “Saya mengimbau kepada pemerintah negara-negara Barat agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memerangi anti-Semitisme dan memberikan keamanan dan perlindungan yang dibutuhkan komunitas Yahudi di seluruh dunia. Mereka harus memperhatikan peringatan kami. Saya menuntut tindakan segera.”
Pada Minggu malam, seorang ayah dan anak melepaskan tembakan ke arah kerumunan yang merayakan hari raya Yahudi Hanukkah di Pantai Bondi di Sydney, menewaskan 15 orang dan melukai 42 lainnya.
Otoritas Australia mengaitkan serangan itu dengan antisemitisme, menyebutnya sebagai aksi teror yang bertujuan menyebarkan ketakutan di tengah komunitas Yahudi di Negeri Kanguru tersebut. Mereka menyatakan bahwa kedua penyerang kemungkinan termotivasi oleh ideologi ekstremis kelompok Negara Islam (ISIS).
Serangan itu membuat publik Israel terpukul, dan Netanyahu pada hari Minggu menegaskan bahwa kebijakan Australia telah memicu antisemitisme bahkan sebelum serangan itu, khususnya melalui pengakuan negara Palestina pada bulan September, bersama dengan negara-negara Barat lainnya.
Sementara itu, seorang tentara Israel tewas dalam aksi bunuh diri di dalam pangkalan militer di Israel utara pada hari Selasa, dan dengan demikian jumlah tentara Israel yang tercatat melakukan bunuh diri sejak awal perang 2003 bertambah menjadi 61 orang, menurut laporan surat kabar Israel Haaretz.
Haaretz mengatakan tentara itu adalah seorang pelacak yang bertugas di angkatan darat reguler, dan dia terluka parah setelah menembak dirinya di dalam pangkalan dan meninggal pada Selasa malam akibat luka-lukanya.
Tak lama sebelum itu, tentara Israel mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang tentara terluka parah dalam penembakan di pangkalan militer di Israel utara dan dibawa ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia akibat luka-lukanya. Pernyataan tersebut menambahkan bahwa polisi militer telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut.
Pada tanggal 28 Oktober, sebuah laporan resmi Israel yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian dan Informasi Knesset (parlemen) mengungkapkan bahwa 279 tentara telah mencoba bunuh diri sejak awal tahun 2024. (mm/raialyoum)