Baghdad, LiputanIslam.com –  Parlemen Irak menyetujui pengunduran diri Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi yang diajukan setelah ulama yang paling berpengaruh di Irak Grand Ayatullah Sayid Ali al-Sistani mendesak parlemen agar “mempertimbangkan kembali” dukungannya kepada pemerintahan Abdul-Mahdi.

Persetujuan itu dicapai pada sesi parlemen yang diadakan di Baghdad,Minggu (1/12/2019), namun pemerintahan Abdul-Mahdi diperkirakan masih akan berperan sampai blok terbesar di parlemen menyetujui kandidat baru penggantinya.

Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Irak Adil Abdul-Mahdi mengaku mengundurkan diri demi menyelesaikan krisis dan meredakan gejolak.

“Pengunduran diri ini penting untuk mengurai krisis dan meredakan situasi di Irak… Saya berharap kepada parlemen memilih pengganti saya secepatnya,”ujarnya, Sabtu (30/11/2019), dalam pernyataan pertamanya usai menyerahkan surat pengunduran dirinya secara resmi kepada parlemen.

Baca: Perdana Menteri Irak Mengaku Mengundurkan Diri demi Meredakan Situasi

Jumat lalu Ayatollah Sistani melalui wakilnya, Syeikh Ahmad al-Shafi,  mendesak parlemen agar “mempertimbangkan kembali” dukungannya kepada pemerintah.

Hampir dua bulan penuh gelombang untuk rasa yang menuntut reformasi melanda Baghdad serta berbagai kota dan daerah di bagian selatan Irak.

Baca: Putri Saddam Hembuskan Sentimen Anti-Iran di Unjuk Rasa Irak

Unjuk rasa ini berujung kerusuhan dan kekerasan pada banyak kesempatan. Menurut komisi hak asasi manusia parlemen Irak, sejak 1 Oktober lalu lebih dari 300 orang tewas akibat kerusuhan itu. (mm/presstv/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*