Beirut, LiputanIslam.com – Mantan Sekjen Hizbullah Sayid Hashem Safieddine dimakamkan saat para pelayat dari seluruh dunia berkumpul di kampung halamannya di Lebanon selatan.
Gerakan warga Hizbullah Lebanon mengumumkan bahwa Safieddine, yang sebelum gugur sebagai martir, pernah menjadi kepala Dewan Eksekutif Hizbullah, dimakamkan di kampung halamannya di Deir Qanoun al-Naher di Lebanon selatan pada hari Senin (24/2).
Perwakilan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayid Ali Khamenei, Syeikh Mohammad Hassan Akhtari, dalam pidatonya di depan para pelayat menegaskan kembali dukungan bangsa dan pemerintah Iran bagi rakyat Lebanon dan kubu pejuang perlawanan.
Syeikh Akhtari menyatakan bahwa Iran berjanji untuk terus mendukung rakyat Lebanon dalam menghadapi rezim Israel.
Para pelayat berkumpul di sebuah stadion di ibu kota Lebanon pada hari Ahad untuk menghadiri upacara pemakaman dua mantan pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah dan Safieddinel.
Sekira 1,4 juta orang, termasuk delegasi dari sekira 70 negara telah berpartisipasi dalam prosesi pemakaman tersebut.
Israel membunuh Nasrallah pada tanggal 27 September 2024, dan Safieddine pada tanggal 3 Oktober di tahun yang sama.
Kelompok-kelompok perlawanan regional mengatakan bahwa “pembunuhan pengecut” Israel terhadap para pemimpin Hizbullah hanya memperkuat tekad untuk melanjutkan jalannya di Palestina, Lebanon, dan sekitarnya.
Dalam pernyataan terpisah pada hari Ahad, Sekjen Hizbullah Syeikh Naim Qassem memuji Sayid Nasrallah sebagai sosok yang telah “menghidupkan kembali perjuangan Palestina”. Dia juga mengatakan bahwa kelompok perlawanan Lebanon itu “akan menjaga kepercayaan ini dan akan terus menapaki jalan ini.”
Kelompok pejuang Hamas Palestina mengenang “pendirian heroik dan terhormat dari Syahid Nasrallah, sikapnya yang tegas dan berprinsip terhadap perjuangan Palestina, dan desakannya untuk membentuk front dukungan dengan rakyat kami di Jalur Gaza.” (mm/presstv)