Beirut, LiputanIslam.com – Para pelayat dari berbagai negara berdatangan ke Lebanon untuk berpartisipasi dalam prosesi besar-besaran pemakaman dua mantan Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayid Hassan Nasrallah, dan Sayyed Hashem Safieddine, pada hari Minggu (23/2).
Sebuah rekaman video mendokumentasikan kedatangan orang-orang dari berbagai negara, termasuk Suriah, Irak, Brasil, Tunisia, Irlandia, dan berbagai negara lain, untuk berpartisipasi dalam upacara pemakaman.
Komite Protokol dan Media Hizbullah menyelenggarakan tur untuk utusan media Arab dan asing. Tur tersebut meliputi pemakaman Martir Sayyed Hashem Safi al-Din di kampung halamannya di Deir Qanoun al-Nahr. Para pelayat juga mengunjungi kota perbatasan Houla, tempat yang pernah menjadi ajang pertempuran sengit antara Hizbullah dan pasukan Zionis Israel.
Disebutkan Mohammad Mahdi, putra Syahid Nasrallah, muncul dalam sebuah rekaman video saat dia menghampiri para pelayat. Dia menyebut mereka sebagai loyalis, dan menyatakan bahwa hari Minggu 23 Februaria sebagai hari pernyataan sikap. Menurutnya, pihak musuh berusaha dengan segala cara untuk menggagalkan pelaksanaa prosesi pemakaman tersebut.
Seorang pejabat Iran menyembut proses pemakaman yang akan dilangsungkan itu sebagai “kebangkitan perlawanan”.
“Prosesi pemakaman mujahid besar, Syahid Sayid Hassan Nasrallah, dan Syahid Sayid Hashim Safieddine di Beirut akan berubah menjadi kebangkitan perlawanan,” tulis Vahid Jalalzadeh, Deputi Urusan Konsuler, Parlemen, dan Warga Negara Iran di Luar Negeri di Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah unggahan di media sosial.
Beirut akan menjadi tuan rumah pemakaman besar-besaran pada hari Minggu dengan delegasi dari 78 negara yang diharapkan akan menghadiri acara tersebut.
“Saya menuju Lebanon bersama delegasi dari Parlemen dan Kementerian Luar Negeri untuk memfasilitasi kehadiran delegasi tingkat tinggi dari Republik Islam Iran pada upacara tersebut, di mana masyarakat akan memperbarui janji mereka kepada para pemimpin perlawanan dalam kondisi sebaik mungkin,” tambahnya.
Panitia yang mengawasi prosesi tersebut mengumumkan pada hari Jumat bahwa acara pemakaman resmi akan dimulai pada pukul 1:00 siang waktu setempat pada hari Minggu, dan akan terdiri dari tujuh bagian.
Panitia menyatakan bahwa mereka siap menyambut pertemuan besar-besaran dan mengadakan upacara pemakaman akbar bagi kedua pemimpin Hizbullah tersebut.
Sheikh Ali Daher, kepala panitia, mengatakan, “Sejumlah besar pejabat, termasuk Presiden dan Ketua Parlemen Lebanon, akan menghadiri pemakaman tersebut.”
Dia juga mengatakan bahwa pejabat “tingkat tinggi” Iran akan berpartisipasi dalam acara tersebut, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Sheikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah, akan menyampaikan pidato dalam upacara tersebut. (mm/alalam/presstv)