Baghdad, LiputanIslam.com – Para pejuang resistensi Islam di Irak mengumumkan pihaknya telah menyerang sebuah sasaran di kota Eilat di Israel dengan drone, dan menekankan bahwa mereka “terus menghancurkan benteng musuh.”
Dalam sebuah pernyataan, mereka menyebutkan, “Sebagai kelanjutan dari cara kami melawan rezim pendudukan (Israel), dan sebagai respons terhadap pembantaian entitas Zionis terhadap saudara-saudara kami di Gaza, MujahidinResistensi Islam di Irak hari ini, Senin (5/2), melancarkan serangan drone terhadap sasaran di Umm al-Rashrash (Eilat) yang diduduki , dan menegaskan bahwa Perlawanan Islam terus menghancurkan benteng musuh.”
Pada Ahad lalu mereka juga mengaku telah menyerang pangkalan AS di ladang minyak Al-Omar di Suriah dengan menggunakan drone.
Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan serangan udara di Irak dan Suriah terhadap Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan kelompok-kelompok afiliasinya.
Seorang koresponden RT melaporkan bahwa pemboman tersebut menyasar target di pedesaan Mayadin dan Al-Bukamal, Suriah timur, serta markas besar faksi Irak di daerah Al-Sikak di Al-Qaim, Irak barat.
Dilaporkan bahwa serangan AS itu menjatuhkan para korban sipil dan militer serta kerusakan signifikan pada properti publik dan pribadi.
Pada tanggal 25 Januari, para pejuang Irak mengumumkan bahwa mereka telah menyerang pelabuhan Ashdod di Israel dengan drone, beberapa hari setelah mereka mengkonfirmasi bahwa mereka juga telah mengebom pelabuhan Ashdod di Israel dengan drone. Pelabuhan itu berjarak sekitar 1.000 kilometer dariBagdad, ibu kota Irak.
Mereka juga mengaku telah menyerang “target militer di Golan yang diduduki dengan drone.”
Faksi-faksi perlawanan di Irak telah memperingatkan AS bahwa mereka akan meningkatkan jumlah operasi bersenjata di Suriah dan Irak, sebagai tanggapan atas “pemberian bantuan militer yang terus menerus oleh Washington kepada tentara Israel, yang membunuh warga sipil di Jalur Gaza dan Lebanon selatan.”
Mereka menyerang pangkalan pangkalan militer AS di Suriah dan Irak sebagai tanggapan atas invasi militer Israel di Jalur Gaza dan dukungan AS kepada Israel. (mm/raialyoum)