Baghdad, LiputanIslam.com – Pangkalan udara Ain al-Asad yang menampung pasukan AS di Irak kembali diserang oleh Pasukan Resistensi Irak (IRI), yang menentang dukungan AS terhadap invasi militer Zionis Israel di Gaza.
IRI pada hari Senin melancarkan serangan drone ke pangkalan yang terletak di provinsi barat Anbar.
Serangan itu terjadi hanya dua hari setelah IRI menembakkan beberapa rudal balistik dan roket ke Ain al-Asad, yang dilaporkan menyebabkan cedera otak traumatis bagi personel di pangkalan tersebut.
Komando Pusat AS mengkonfirmasi serangan itu pada Sabtu malam, dan mengatakan bahwa “sejumlah” personel AS sedang dievaluasi karena cedera otak traumatis.
Serangan hari Sabtu terhadap pasukan AS adalah yang terbesar dalam cakupan dan ukuran sejak awal Oktober ketika kelompok perlawanan di Irak mulai menyerang posisi AS di Irak dan di Suriah dalam upaya memaksa AS menarik dukungannya kepada invasi militer Israel di Gaza.
IRI pada hari Senin mengaku telah menyerang posisi militer AS di Koniko, sebuah daerah di provinsi Deir Elzor di Suriah timur yang merupakan rumah bagi ladang minyak utama. Pasukan AS di Koniko diserang dua kali dalam waktu satu jam pada Senin tengah hari.
IRI mencakup beberapa kelompok paramiliter yang diakui oleh pemerintah Irak sebagai kekuatan sah dalam perang melawan terorisme.
Kelompok-kelompok tersebut telah mendesak diakhirinya kehadiran pasukan asing di Irak lebih dari satu dekade setelah koalisi pimpinan AS menyerbu negara Arab tersebut dengan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan dengan dalih menemukan senjata pemusnah massal. Namun, senjata demikian tidak pernah ditemukan di Irak.
Serangan IRI terhadap kepentingan AS dan Israel di kawasan telah meluas dalam beberapa pekan terakhir hingga mencakup sasaran di dekat atau di dalam wilayah pendudukan.
Pernyataan IRI pada hari Minggu menyebutkan bahwa mereka telah melancarkan serangan drone pertama terhadap sasaran yang dikendalikan oleh rezim Israel di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan. (mm/presstv)