Gaza, LiputanIslam.com – Lima serdadu dan perwira Zionis Israel tewas dalam dua insiden terpisah di Jalur Gaza utara, menurut sumber-sumber Israel.
Juru bicara tentara pendudukan dalam sebuah pernyataan pada Senin malam (11/11) menyatakan bahwa perwira Israel, Mayor Atimar Friedman, komandan kelompok komando, tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza utara.
Menurut pernyataan itu, empat orang lainnya tewas akibat terkena serangan RPG di Gaza utara, sementara seperlima lainnya luka berat.
Radio militer Israel melaporkan bahwa selama Oktober lalu sebanyak 87 orang Israel terbunuh, termasuk 64 perwira, tentara, personel keamanan, dan 23 pemukim, “di berbagai front, baik dengan peluncuran anti-rudal dan tembakan rudal maupun kontak, konfrontasi, dan operasi di medan perang.”
Pejuang Palestina terus berlaga dengan prima
Faksi-faksi perlawanan Palestina terus berlaga dengan prima melawan pasukan pendudukan Israel yang memasuki Jalur Gaza sejak 400-an hari lalu, terutama di wilayah utara, di mana mereka melakukan operasi terhadap pasukan pendudukan Zionis, dan dipastikan menimbulkan korban jiwa di pihak Zionis.
Dalam operasi faksi yang paling menonjol pada hari Senin, sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, menghantam tank Merkava 4 Israel dengan peluru Tandem di daerah Al-Saftawi, sebelah barat Kamp Jabalia, di Jalur Gaza utara.
Faksi lain, Brigade Al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam, mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan dengan peluru Tandem terhadap tank Merkava Israel yang menembus daerah Tawbah di tengah kamp Jabalia.
Adapun faksi Brigade Syuhada Al-Aqsa setelah kembali dari garis pertempuran mengaku telah menyerang sebuah kendaraan militer Israel tipe Namer dengan peluru anti-lapis baja di poros serangan ke daerah Tawbah di bagian tengah Kamp Jabalia.
Bersama dengan Brigade Martir Abdul Qadir al-Husseini, mereka juga mengebom markas komando dan kendali pendudukan Israel di poros Netzarim dengan peluru 107 dan mortir kaliber berat, bertepatan dengan peringatan 20 tahun gugurnya Yasser Arafat.
Pada saat yang sama, Brigade Mujahidin merilis video serangannya terhadap markas komando dan kontrol pendudukan Israel di poros Netzarim dengan roket Haseb 111.
Sementara itu, Hamas dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa faksi-faksi perlawanan Palestina, yang dipimpin oleh Brigade Al-Qassam, terus menghadapi pasukan pendudukan di semua poros pertempuran di Jalur Gaza, dan yang terbaru di antaranya adalah operasi khusus yang pada hari Senin menewaskan sedikitnya lima tentara pendudukan di Jalur Gaza utara, dan 15 tentara lain sehari sebelumnya.
Hamas menegaskan, “Kejahatan dan agresi rezim pendudukan yang terus berlanjut terhadap Jalur Gaza akan ditanggapi dengan lebih banyak perlawanan dan serangan menyakitkan, yang tidak akan berhenti kecuali dengan penghentian agresi terhadap rakyat Palestina dan penarikan total mereka dari Jalur Gaza.” (mm/almayadeen)