TelAviv, LiputanIslam.com – Operasi Hamas di Khan Yunis membuat tujuan perang Israel di Gaza dipertanyakan oleh para jenderal purnawirawan Zionis, termasuk Mayjen Israel Ziv, yang menilai Hamas sedang pulih dan beradaptasi meskipun telah berbulan-bulan terdera oleh agresi Israel.
Sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, mengumumkan bahwa para pejuangnya melancarkan menyergap pasukan Israel di tenggara Khan Yunis pada hari Rabu (20/8). Menurut kelompok tersebut, para pejuangnya telah menghancurkan tank, menyerang posisi Israel dengan mortir dan alat peledak, serta terlibat pertempuran jarak dekat dengan tentara di dalam bangunan tempat tinggal. Seorang penembak jitu juga dilaporkan berhasil membunuh seorang komandan tank Merkava 4 dalam serangan tersebut.
Israel Ziv dalam sebuah wawancara di 103 FM mengatakan bahwa Hamas sedang melakukan reorganisasi dan mendapatkan kembali inisiatif.
“Apa yang kita saksikan di depan mata kita adalah Hamas baru, Hamas yang sedang pulih. Hamas melakukan reorganisasi seperti semula sebagai organisasi gerilya,” ujarnya, seperti dikutip surat kabar Maariv pada hari Kamis (21/8).
Senada dengan ini, Mayjen (purn.) Yitzhak Brik, pada bulan Juli lalu menuliskan bahwa Hamas telah membangun kembali kekuatannya seperti sebelum perang.
“Hamas sekarang berjumlah sekitar 40.000 pejuang perlawanan, serupa dengan kekuatannya sebelum agresi dimulai,” tulis Brik, seraya menambahkan bahwa tentara Israel menghadapi kenyataan yang “suram”.
Brik menepis klaim pejabat Israel bahwa Hamas telah lumpuh. “Mereka tidak pernah menjadi tentara, dan karena itu mereka tidak kehilangan kemampuan militer mereka seperti yang diklaim oleh kepala staf,” ungkapnya.
Polemik di Israel mengenai Hamas mencerminkan pengakuan yang lebih luas bahwa perang tersebut belum mencapai tujuan yang dinyatakan, termasuk penumpasan Hamas, meskipun Jalur Gaza lukuh lantak hingga hampir seluruh penduduknya terpaksa mengungsi.
Pernyataan mengenai Hamas tersebut mengemuka di tengah rencana Israel memperluas invasi daratnya ke Kota Gaza, meskipun masyarakat internasional telah memperingatkan ihwal dampak kemanusiaan yang mengerikan dari agresi tersebut.
Otoritas Gaza mengumumkan bahwa lebih dari 62.100 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, gugur dan setidaknya 157.114 terluka akibat perang genosida Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023. (mm/presstv)