Teheran, LiputanIslam.com – Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mayjen Hossein Salami, menegaskan bahwa serangan balasan Iran terhadap Rezim Zionis Israel akan melampaui segala yang terbayang oleh kaum Zionis.
“Israel mengira akan dapat mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan dengan meluncurkan beberapa rudal,” kata Salami dalam pidatonya di kota Shiraz, Kamis (30/10).
Menurutnya, Israel menyaksikan bagaimana pertahanan udaranya runtuh diterjang serangan kedua Iran terhadap Israel dalam operasi bersandi True Promise 2.
“Kali ini mereka juga melakukan kesalahan, dan mereka akan melihat tanggapan kami, yang akan melampaui semua imajinasi,” tegas Salami.
“Entitas Zionis bertindak membabi buta dan tidak rasional, sebagai rezim yang runtuh,” sambungnya.
Panglima IRGC juga mengatakan, “Kami memperingatkan Zionis dan meminta mereka membaca sejarah operasi kami dalam perang sampai mereka tahu bagaimana perlakuan bangsa Iran terhadap musuh-musuh mereka.”
Secara terpisah, Wakil Panglima IRGC, Brigjen Ali Fadavi, memastikan balasan Iran terhadap agresi Israel tidak akan terelakkan.
“Selama lebih dari 40 tahun, Iran tidak membiarkan serangan apa pun tanpa tanggapan, dan kami dapat membidik semua yang dimiliki oleh para Zionis dalam satu operasi,” ujar Fadavi kepada TV Al-Mayadeen.
Fadavi juga memastikan kesyahidan para pemimpin Poros Resistensi memperkuat perlawanan, alih-alih melemahkannya.
“Israel merasa telah membasmi Hizbullah dengan kesyahidan Sayid Hassan Nasrallah dan para pemimpin lainnya, padahal Hizbullah malah lebih kuat daripada sebelumnya,” pungkas Fadavi.
Sementara itu, Perusahaan Penyiaran Israel, yang notabene lembaga penyiaran resmi Rezim Zionis, di hari yang sama mengutip pernyataan sumber anonim bahwa Iran berencana untuk membalas Israel dari wilayah Irak dengan menggunakan drone dan rudal balistik, dan bahwa tidak ada indikasi Iran sedang bersiap untuk serangan itu dari wilayahnya.
Teheran maupun Baghdad belum mengomentari hal ini, namun para pejabat Iran mengkonfirmasi bahwa tanggapan terhadap Israel “tak terelakkan”.
Sabtu lalu, Iran mengumumkan bahwa Israel menyerang beberapa titik militer di provinsi Teheran, Khuzestan, dan Ilam, sehingga menyebabkan “kerusakan terbatas.”
Serangan Israel itu juga mengakibatkan terbunuhnya empat tentara Iran dan satu warga sipil, menurut data resmi Iran.
Serangan itu terjadi dengan latar belakang serangan Iran terhadap Israel dengan lebih dari 180 rudal pada awal Oktober ini, sebagai balasan atas serangan Israel yang menggugurkan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada akhir Juli lalu, dan pemimpin Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah di pinggiran selatan Beirut pada akhir September lalu. (mm/alalam/raialyoum)