Teheran, LiputanIslam.com – Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Mayjen Hossein Salami menegaskan bahwa musuh-musuh Iran belum pernah menerima “hantaman serius” dari negara ini.
“Iran adalah satu jiwa yang kuat dan dapat mengguncang dunia. Iran hebat dan musuh-musuhnya belum menerima pukulan serius dari Iran, dan semua yang mereka lihat sejauh ini dalam operasi True Promise hanyalah sebuah peringatan dan prototipe,” tegasnya dalam pidato di hadapan unit-unit IRGC dan pasukan sukarelawan Basij berpartisipasi dalam latihan gabungan bersandi Nabi Besar 19 di Provinsi Markazi, Rabu (26/2).
Salami mengatakan bahwa kekuatan Iran yang sebenarnya dapat mengguncang dunia, dan bahwa musuh perlu mewaspadai serangan negara ini seperti dalam Operasi True Promise 1 dan 2 yang menyasar berbagai pendudukan Palestina pada tahun lalu.
“Jika musuh tidak belajar dari sejarah (Republik Islam Iran) selama 46 tahun dan masih melanjutkan kejahatan mereka, mereka harus menghadapi penghinaan dan aib yang telah mereka alami selama 46 tahun terakhir di mana Republik Islam Iran terus maju,” sambungnya.
Salami menyebutkan bahwa Iran telah tumbuh lebih kuat menjadi negara yang mandiri dan tangguh, dan bahwa negara republik Islam ini menganut aliran pemikiran yang tidak dapat dirampas oleh musuh, dan konsep-konsep seperti perjuangan, kemerdekaan, dan kebebasan adalah salah satu cita-citanya sepanjang masa.
Dia juga mengatakan, “AS dan Israel menetas rencana untuk mengisolasi rakyat Iran secara politik dan berusaha mengguncang jiwa bangsa-bangsa, terutama Iran, dengan operasi psikologis yang ketat, tapi mereka gagal dalam setiap situasi yang mereka ciptakan.”
Salami juga menekankan bahwa Washington dan Tel Aviv gagal menundukkan Jalur Gaza dan membasmi perlawanan Palestina di wilayah yang terblokadeitu.
Secara terpisah, Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Abdolrahim Mousavi, mengatakan, “Ancaman musuh telah memberi Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran – berkat pertolongan Allah dan langkah bijaksana Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata (Ayatullah Khamenei)- peluang untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam kuantitas dan kualitas serta menjadi lebih siap untuk melaksanakan misi dengan keberhasilan yang lebih besar.”
Dalam pidatonya pada Rabu pagi pada acara wisuda mahasiswa doktoral dan magister pada Program Manajemen Pertahanan ke-34 di Universitas Staf dan Komando Angkatan Darat Iran (Davos), Mousavi mengatakan, “Saya menyampaikan rasa hormat saya kepada para syuhada perlawanan, Sayid Hassan Nasrallah dan Sayid Hashem Safieddine, yang setiap momen dalam hidup dan perjuangan mereka, juga kesyahidan dan pemakaman mereka yang tak terlupakan, merupakan perwujudan dari kebanggaan, kebesaran, kehidupan, kehormatan, vitalitas, dan gerakan berkelanjutan para pejuang perlawanan.”
Mousavi menyebutkan bahwa kemegahan upacara dan prosesi pemakaman para syuhada perlawanan merupakan pukulan telak bagi ilusi kelompok kriminal Zionis dan AS, yang mengira bahwa mereka mencapai tujuan mereka dengan membunuh anak-anak, wanita, dan pria tak berdaya. (mm/presstv/alalam)