TelAviv, LiputanIslam.com – Berbagai sumber media melaporkan pendirian pangkalan militer AS di Suriah, dan bahwa delegasi AS akan mengunjungi Suriah dalam beberapa hari untuk menandatangani perjanjian mengenai pangkalan tersebut, yang kemungkinan akan berlokasi di daerah al-Tanf, Suriah tenggara.
Jurnalis yang berbasis di Golan, Atta Farhat, menjelaskan, “Pembicaraannya adalah bahwa delegasi AS akan mengunjungi Suriah dalam beberapa hari dan akan secara resmi menandatangani perjanjian dengan pemerintah Suriah untuk mendirikan pangkalan militer permanen di wilayah Suriah.”
Dia menambahkan, “Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Suriah bahwa pangkalan resmi telah didirikan dengan persetujuan pemerintah Suriah.”
Dia juga mengatakan, “Ada kebocoran bahwa pangkalan itu akan berada di Al-Tanf, karena Al-Tanf sudah menjadi pangkalan utama di perbatasan Suriah-Irak, di gurun Suriah.”
Dia menjelaskan, “Pangkalan ini akan tetap berada di sana secara permanen dan akan menjadi pangkalan yang besar. Permintaan lain diharapkan, yaitu agar AS membangun pangkalan yang lebih kecil di pantai Suriah.”
Dia juga menyebutkan bahwa “pangkalan-pangkalan ini akan berfungsi sebagai stabilisasi bagi militer AS, yang jumlahnya telah menurun dari 2.000 menjadi 500 pejuang di Suriah,” dan bahwa “pengecualian Presiden Trump terhadap Suriah dari daftar larangan masuk AS, yang selalu dimasukkan dalam larangan tersebut.” (mm/raialyoum)