Orientalis Israel: Iran Konsisten Pada Prinsip AS Tak Mengerti Kecuali Bahasa Kekuatan

0
240

TelAviv, LiputanIslam.com –  Orientalis Israel Prof. Eyal Zisser menyatakan bahwa kebijakan luar negeri Iran hanya didasarkan pada prinsip bahwa AS tak memahami kecuali bahasa kekuatan.

Dikutip Rai Al-Youm, Ahad (7/11), dalam sebuah artikel yang diterbitkan di surat kabar Israel Hayom Zisser menyebutkan bahwa para pengambil keputusan di Iran tidak mengubah kebijakan ini sejak persitiwa pengambil alihan kedutaan AS di Teheran di masa revolusi Islam yang dipimpin oleh Imam  Khomeini pada tahun 1979.

Menurutnya, Iran sekarang sedang mencari waktu, dan masih menolak masuk dalam negosiasi baru yang bertujuan mencapai kesepakatan baru tentang program nuklirnya, sementara AS sejak kepresidenan Joe Biden mencari kesepakatan dengan Iran.

Wakil Rektor Universitas Tel Aviv itu dalam analisanya menekankan bahwa kebijakan luar negeri Iran yang puritan memperoleh momentum dengan tampilnya Ebrahim Raisi sebagai presiden yang disebutnya penjagal dari Teheran.

Dia menambahkan bahwa sejak pemilihan presiden baru, Teheran telah meningkatkan laju kemajuannya dalam program nuklir, dan secara resmi mengumumkan peningkatan empat kali lipat dalam produksi uranium, sementara di sisi lain Iran juga meningkatkan tekanannya terhadap AS dengan terus bekerja untuk mengusirnya dari wilayah pengaruh Iran di Suriah, Irak dan Yaman.

Orientalis Israel itu menilai operasi Iran terhadap AS mencapai klimaksnya ketika serangan militer Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menerjang pangkalan militer AS, dan respons AS adalah malah kontras dengan semua harapan; alih-alih menanggapi provokasi Iran yang “kurang ajar”,  Washington AS malah makin berhasrat  mencapai kesepakatan nuklir dengan Teheran. (mm/raialyoum)

DISKUSI: