Jeddah, LiputanIslam.com – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyatakan keprihatinannya atas laporan Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC), yang bernaung di bawah PBB, mengenai merebaknya kelaparan di Jalur Gaza.
OKI memandang Rezim Zionis Israel selaku pasukan pendudukan bertanggung jawab sepenuhnya atas kejahatan tersebut dan dampaknya, menganggapnya sebagai akibat langsung dari kejahatan pelaparan, blokade ilegal, vandalisme sistematis, dan penolakan akses bantuan, yang semuanya merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu malam (23/8), OKI menekankan bahwa deklarasi IPC perihal kelaparan itu merupakan peringatan global akan adanya kejahatan kemanusiaan, politik, dan hukum, yang membutuhkan tindakan internasional yang mendesak dan belum pernah terjadi sebelumnya.
OKI menyerukan pengaktifan semua mekanisme darurat internasional untuk memastikan aliran bantuan kemanusiaan dan pangan yang segera, aman, dan tanpa hambatan guna menyelamatkan nyawa warga sipil yang terkepung di Jalur Gaza.
Organisasi yang beranggotakan 57 negara itu menekankan keharusan pelimpahan perkara kejahatan blokade dan pelaparan itu kepada Mahkamah Pidana Internasional.
OKI mendesak semua negara di dunia untuk memikul tanggung jawab hukum, politik, dan moral mereka serta mengambil langkah-langkah efektif, termasuk menjatuhkan sanksi kepada entitas pendudukan Zionis, melarang pasokan atau transfer senjata kepadanya, mendukung mekanisme peradilan internasional untuk meminta pertanggungjawabannya atas kejahatannya, dan memastikan kepatuhannya terhadap hukum humaniter internasional.
OKI juga kembali menyerukan kepada masyarakat internasional agar memaksa entitas Zionis untuk segera menghentikan agresi dan blokadenya terhadap Jalur Gaza, membuka semua titik penyeberangan, mengizinkan aliran bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan dan memadai, dan memungkinkan badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya UNRWA, dan semua organisasi internasional untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan mereka tanpa hambatan serta memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang mendesak di Jalur Gaza. (mm/alalam)