Paris, LiputanIslam.com – Penguasa Suriah Ahmed al-Sharaa alias Abu Muhammad al-Julani mengatakan pemerintahnya terlibat dalam pembicaraan tidak langsung dengan Israel.
Pengumuman tentang itu dinyatakan ketika serangan Israel terhadap Suriah meningkat pada minggu lalu, termasuk serangan yang mendarat hanya 500 meter dari istana presiden yang dia tempati di Damaskus, ibu kota Suriah, pada hari Jumat.
Israel mengklaim serangan udara terbarunya merupakan respon terhadap apa yang disebutnya sebagai ancaman terhadap komunitas minoritas Druze di Suriah.
“Ada pembicaraan tidak langsung dengan Israel melalui mediator untuk menenangkan dan mencoba menyerap situasi sehingga tidak mencapai tingkat yang membuat kedua belah pihak kehilangan kendali,” kata al-Sharaa, sembari menyebut Israel melakukan “intervensi acak” di Suriah.
Dia juga mengatakan pihaknya tengah berbicara dengan negara-negara yang berkomunikasi dengan Israel untuk “menekan mereka agar berhenti campur tangan dalam urusan Suriah dan mengebom sebagian infrastrukturnya.”
Al-Julani menyampaikan pernyataan itu dalam kunjungan ke Paris, yang menjadi perjalanan pertamanya ke negara Eropa sejak memimpin milisi bersenjata yang akhirnya menggulingkan Bashar al-Assad pada bulan Desember 2024.
Kunjungan tersebut memerlukan pengecualian khusus dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), karena al-Julani berada di bawah sanksi internasional karena memimpin kelompok teroris Hayat Tahrir al-Sham (HTS) alias Jabhat al-Nusra, sempalan al-Qaeda. (mm/aljazeera/presstv)