Nirawak Iran Merekam Kapal Induk USS Dwight D Eisenhower, AS Membantah

0
103

Teheran, LiputanIslam.com – Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah berhasil melakukan misi pengintaian dan perekaman video kapal induk AS di perairan Teluk Persia dengan menggunakan pesawat nirawak canggih.

Kantor berita Tasnim milik Iran, sebagaimana dikutip al-Alalam, Ahad 28 April 2019, saat melaporkan hal tersebut juga memublikasi rekaman video yang diambil oleh nirawak IRGC yang terbang di atas kapal induk USS Dwight D Eisenhower dan kapal perang AS lainnya di Teluk Persia.

Rekaman itu memperlihatkan pesawat tempur yang diparkir di dek kapal induk, namun Tasnim tidak menyebutkan kapan rekaman itu diambil.

Juru bicara Pusat Komando Pusat Angkatan Laut AS Letnan Chloe J. Morgan via email membantah laporan itu dengan menyatakan bahwa USS Dwight D Eisenhower belum berada di Teluk Persia sejak 2016. Dia juga  mengatakan AS dan sekutunya berkomitmen terhadap kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Selat Hormuz yang dilewati oleh hampir sepertiga dari semua perdagangan minyak dunia telah menjadi ajang konfrontasi masa lalu antara AS dan Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, Angkatan Laut AS menuduh kapal-kapal patroli Iran melecehkan kapal perang AS di jalur perairan.

Nirawak yang mengambil rekaman itu adalah “Ababil-3” dengan kemampuan penerbangan delapan jam pada ketinggian 12.000 kaki dan jangkauan 250 kilometer.

Pada tahun 2016, Angkatan Laut Iran juga telah mengambil rekaman video dari kapal induk bertenaga nuklir USS Harry Truman, yang berbasis di Norfolk, Virginia.

Awal pekan lalu pemerintahan Trump menyatakan tidak akan lagi membebaskan negara manapun dari sanksi AS jika mereka terus membeli minyak Iran. Dengan demikian, AS bermaksud meningkatkan tekanan terhadap Iran, terutama dengan mempengaruhi lima importir utama minyak Iran, yaitu; Cina, India, Jepang, Korea Selatan, dan Turki.

Langkah ini merupakan bagian dari kampanye “tekanan maksimum” AS terhadap Iran dengan tujuan untuk menghilangkan semua pendapatan negara republik Islam ini dari ekspor minyak, yang diklaim oleh AS digunakan untuk mengacaukan kawasan Timteng.

Ketegangan antara Iran dan AS meningkat sejak pemerintahan Trump membatalkan perjanjian nuklir Iran. AS kemudian memberlakukan “sanksi terkeras selama ini” terhadap Iran. Iran lantas mengulangi ancamannya untuk memblokir Selat Hormuz.  (mm/alalam/raialyoum/cbsnews)

DISKUSI: