Ngeri, Bentrokan Antarsuku di Sudan Tewaskan Sedikitnya 220 Orang

0
170

Khartoum, LiputanIslam.com    Bentrokan antarsuku di Sudan yang berlangsung selama beberapa hari dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 220 orang, dan menjadi salah satu peristiwa kekerasan rasial paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pertempuran di provinsi Nil Biru, yang berbatasan dengan Ethiopia dan Sudan Selatan, kembali pecah pada bulan ini akibat sengketa tanah yang memicu konflik orang Hausa, yang berasal dari Afrika Barat, melawan komunitas Berta.

Ketegangan meningkat pada hari Rabu dan Kamis lalu di kota Wad al-Mahi di perbatasan dengan Ethiopia. Kerusuhan menambah kesengsaraan negara yang terperosok dalam konflik sipil dan kekacauan politik ini.

Fath Arrahman Bakheit, Dirjen Kementerian Kesehatan Nil Biru, Ahad (23/10), mengatakan bahwa para pejabat telah menghitung sedikitnya 220 tewas akibat bentrokan tersebut, dan angka itupun masih bisa jauh lebih tinggi karena tim medis belum mampu mencapai pusat pertempuran.

Bakheit mengatakan konvoi kemanusiaan dan medis pertama mencapai Wad al-Mahi pada Sabtu malam untuk menilai situasi, termasuk menghitung “sejumlah besar mayat” dan lusinan korban luka.

Bakheit mengatakan, “Dalam bentrokan seperti ini, semua orang kalah. Kami berharap ini segera berakhir dan tidak pernah terjadi lagi, tapi kami membutuhkan intervensi politik, keamanan, dan sipil yang kuat untuk mencapai tujuan ini.”

Rekaman dari tempat kejadian menunjukkan rumah dan mayat yang hangus terbakar serta kaum wanita dan anak-anak kecil yang melarikan diri dengan hanya berjalan kaki.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan menyebutkan banyak rumah terbakar sehingga sekira7.000 orang terpaksa mengungsi ke kota Rusyaris, dan beberapa lainnya melamatkan diri ke provinsi tetangga.

Menurut PBB, secara keseluruhan, sekira 211.000 orang telah mengungsi akibat konflik antarsuku dan berbagai kekerasan lain di seantero Sudan pada tahun ini. (mm/aljazeera)

DISKUSI: