Ngeri, Banjir di Sudan Tewaskan 77 Orang, Kebakaran Hutan di Aljazair Tewaskan 37 Orang

0
110

Khartoum, LiputanIslam.com    Banjir di Sudan menewaskan 77 orang, sementara kebakaran hutan di Aljazair menewaskan 37 orang.

Banjir di Sudan juga menghancurkan sekitar 14.500 rumah saat hujan lebat musiman melanda negara ini dan menyebabkan sungai-sungai meluap.

Juru bicara Dewan Nasional Pertahanan Sipil Sudan, Brigjen Abdul-Jalil Abdul-Rahim, mengatakan bahwa korban tewas sejak musim hujan mulai Mei sekarang mencapai 77 orang.

Menurutnya, provinsi yang paling terpengaruh oleh hujan musiman antara lain Kordofan Utara, Gezira, Kordofan Selatan, Darfur Selatan dan Sungai Nil.

Hujan lebat biasanya turun di Sudan antara Mei dan Oktober, dan setiap tahun negara ini dilanda banjir parah yang merusak properti, infrastruktur, dan tanaman.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada awal pekan ini melaporkan bahwa, menurut Komisi Bantuan Kemanusiaan pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan otoritas lokal, lebih dari 136.000 orang terkena dampak banjir.

Badan PBB itu juga menyebutkan pihaknya memperkirakan jumlah itu akan meningkat karena penilaian masih berlangsung dan diperkirakan akan turun hujan lebat.

PBB juga mengatakan jumlah orang dan daerah yang terkena dampak hujan musiman pada 14 Agustus telah “dua kali lipat” dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Sementara itu, kebakaran hutan telah menewaskan sedikitnya 37 orang dan melukai puluhan lainnya di Aljazair utara, sementara api terus berkobar di beberapa daerah.

Kebakaran pada hari Rabu (17/8) menghancurkan 14 provinsi Aljazair, sementara penduduk sebelumnya mengeluhkan kurangnya dukungan dan kesiapan pemerintah selama musim kebakaran tahunan yang mematikan.

Sebagian besar korban dilaporkan berada di provinsi El Tarf, dekat perbatasan utara Aljazair-Tunisia, di mana 34 orang ditemukan tewas. Korban tewas termasuk satu keluarga yang terdiri dari lima orang yang ditemukan di rumah mereka dan delapan orang di bus umum yang sopirnya dikejutkan oleh api saat bepergian di daerah pegunungan.

“Sebagian besar korban di El Tarf adalah wisatawan yang datang untuk menikmati pantai surgawi dan pemandangan yang mempesona,” kata Perdana Menteri Aïmene Benabderrahmane.

Dia dan beberapa pejebat pemerintah tiba di El Tarf pada hari Kamis (18/8). Perdana menteri mengatakan negara bagian Aljazair akan mendukung keluarga para korban dan membayar pekerjaan renovasi dan kompensasi atas hilangnya ternak dan sarang lebah. (mm/aljazeera)

DISKUSI: