Washington, LiputanIslam.com – Pemerintah AS membantah pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut para demonstran anti perang di AS sebagai “para idiot yang berguna bagi Iran.”
Penasihat Komunikasi Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby dalam konferensi pers pada hari Kamis (25/7), mengatakan pihaknya menilai predikasi dari Netanyahu itu tidak tepat, meski juga meyakini adanya upaya Iran untuk ikut campur dalam politik AS, dan bertindak sensitif mengenai masalah ini.
“Iran, tentu saja, berkontribusi dalam mendanai beberapa demonstran, namun melukis semua orang dengan kuas ini adalah ide yang disayangkan dan keliru. Sebagian besar demonstrasi di sini berlangsung damai,” ujar Kirby.
Kirby menyatakan bahwa demonstrasi yang sudah berlangsung lama di AS dan mengkritik kebijakan pemerintahan Netanyahu adalah cerminan dari keprihatinan nyata masyarakat.
“Demokrasi memang seperti itu,” tuturnya.
Netanyahu telah mengkritik keras para demonstran pro-Palestina di AS. Dia antara lain mengatakan bahwa “Iran mendanai para demonstran” dan “Anda secara resmi telah berubah menjadi para idiot dungu yang berguna bagi Iran.”
Berbagai bentuk aksi protes telah dilakukan oleh para demonstran AS dalam menentang kedatangan Netanyahu ke AS dan pidatonya di Kongres AS.
Ribuan demonstran yang marah antara lain menurunkan bendera AS dan mengibarkan bendera Palestina, serta membakar boneka Netanyahu dalam aksi mereka di Washington.
Demonstran pro-Palestina juga menuntut diakhirinya bantuan militer AS kepada Israel, yang digunakan oleh rezim Zionis untuk melakukan kejahatan dan pembantaian terhadap warga sipil di Gaza. (mm/raialyoum)