Nazaret, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa 90% masalah keamanan negaranya berasal dari Iran, dan bahwa kesepakatan nuklir apa pun yang ditandatangani Amerika Serikat (AS) dengan Iran tidak akan mengikat Israel.
“Lebih dari 90% masalah keamanan kita berasal dari Iran dan proksi-proksinya. Pendirian kita, tidak ada kesepakatan dengan Iran yang akan mengikat Israel, yang akan melakukan yang terbaik untuk mempertahankan diri, “ kata Netanyahu dalam pernyataan di Komisi Keamanan dan Luar Negeri Knesset Israel, Selasa (13/6), seperti dikutip website Walla Israel.
Dia menambahkan, “Penentangan kami untuk kembali ke perjanjian awal sangat tegas, dan kita membuat pendirian kami jelas dan terbuka. Pada saat yang sama, kami berupaya untuk memperluas lingkaran perdamaian, dan ini berarti kami memiliki tantangan besar di depan tapi kami juga membuka peluang.”
Netanyahu menyatakan demikian setelah tersiar laporan bahwa AS dan negara-negara Eropa melanjutkan pembicaraan dengan Iran mengenai aktivitas nuklir negara republik Islam ini.
Dilaporkan bahwa untuk pertama kalinya sejak AS di bawah pemerintahan Donald Trump pada 2018 keluar dari perjanjian nuklir 2015, pembicaraan langsung diadakan antara AS dan Iran.
Pekan lalu, Wakil Tetap Israel untuk PBB, Gilad Erdan, mengakui adanya perbedaan antara Israel dan AS terkait “ancaman” nuklir Iran.
“Visi Israel dan AS tidak sejalan dalam hal bagaimana menghentikan Iran,” kata Erdan dalam sebuah wawancara dengan radio militer Israel saat itu.
Dia juga mengatakan, “Iran semakin dekat dengan senjata nuklir dan menjadi ancaman bagi seluruh dunia.”(mm/raialyoum)
Baca juga: