Netanyahu Mengaku Tak Dapat Mengungkap Jumlah Kunjungan Rahasianya ke Negara-Negara Arab

0
117

Quds, LiputanIslam.com –  Benjamin Netanyahu yang masa jabatannya sebagai perdana menteri Israel tak lama lagi akan berakhir mengaku enggan mengungkap jumlah “kunjungan rahasia” -nya ke negara-negara Arab.

Pengakuan itu dia nyatakan dalam wawancaranya dengan saluran TV Hala dengan ditujukan kepada publik Arab di dalam Garis Hijau (Arab tahun 1948), menurut surat kabar Israel Hayom, Rabu (19/2/2020).

Netanyahu, pemimpin partai Likud (kanan), sejak beberapa lama telah mengintensifkan pembicaraannya mengenai peningkatan upaya normalisasi hubungan rahasia Israel dengan negara-negara Arab, yang tidak disebut namanya, menjelang pemilihan parlemen awal pada 2 Maret mendatang.

“Seandainya salah satu dari mereka (negara-negara Arab) memberi tahu saya 10 tahun yang lalu bahwa kita akan mencapai situasi di mana kita akan memiliki hubungan permanen dengan semua negara Arab, kecuali satu atau dua, niscaya saya akan mengatakan kepadanya bahwa ini hanyalah mimpi di siang bolong, tapi ini ternyata sekarang menjadi kenyataan,” ujar Netanyahu.

Kecuali Mesir dan Yordania, yang terikat oleh dua perjanjian damai dengan Israel, belum ada negara Arab lain yang memiliki hubungan resmi dengan Israel.

Netanyahu menambahkan kepada pewancaranya, “Saya tidak bisa memberi tahu Anda berapa kali saya sudah mengunjungi negara-negara Arab. Tapi percayalah jumlahnya banyak dan meningkat.”

Dia menambahkan bahwa normalisasi hubungan dengan negara-negara Arab meningkat secara signifikan “tidak hanya karena ada ancaman bersama, yang direpresentasikan di Iran, melainkan juga karena hasrat negara-negara Arab kepada teknologi dan pertanian Israel.”

Dia mengklaim bahwa jalan Arab sudah lebih menerima normalisasi hubungan mereka dengan Israel. (mm/raialyoum)

DISKUSI: