TelAviv, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan akan menghancurkan poros Iran, dan berjanji akan berupaya mencapai tujuan ini.
Netanyahu bersumbar demikian dalam sebuah acara acara bersulang bersama para perwira tinggi militer Israel pada perayaan Rosh Hashanah, tahun baru Yahudi, yang dimulai Senin malam (23/9).
“Kita sedang berjuang untuk mengalahkan musuh-musuh kita, kita harus menghancurkan poros Iran, dan kita memiliki kekuatan untuk melakukannya. Inilah yang akan kita hadapi pada tahun mendatang, yang bisa menjadi tahun bersejarah bagi keamanan Israel,” kata Netanyahu saat menghadiri Forum Staf Umum IDF bersama Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir dan Menteri Pertahanan Israel Katz.
Dia juga mengatakan, “Saya ingin menegaskan kembali bahwa kita bertekad untuk mencapai semua tujuan perang kita; tidak hanya di Gaza, tidak hanya untuk menumpas Hamas sepenuhnya, membebaskan sandera kita, dan memastikan Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel, melainkan juga di bidang-bidang lain — untuk membuka peluang bagi keamanan, kemenangan, dan juga perdamaian.”
Dia menambahkan”Ini membutuhkan dua kualitas fundamental: persatuan di masa-masa sulit, dan tekad di setiap saat. Semoga tahun ini menjadi tahun keamanan, kemenangan, dan persatuan. Shana Tova.”
Sehari sebelumnya, pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan musuh besarnya, Amerika Serikat (AS) dan Israel, bahwa akan ada balasan “mematikan” dari Iran jika negara republik Islam ini kembali diserang oleh dua kekuatan jahat tersebut.
“Jika terjadi kesalahan perhitungan atau agresi baru oleh musuh, maka Republik Islam Iran akan mengambil inisiatif di medan perang dengan posisi komando dan memberikan respon mematikan lainnya,” ungkap IRGC dalam sebuah pernyataan pada momen Pekan Pertahanan Suci, peringatan peristiwa perang Iran-Irak pada tahun 1980-1988, Minggu (21/9).
Pada 13 Juni, Israel, dengan dukungan AS, melancarkan agresi 12 hari terhadap Iran, dan Iran pun melancarkan serangan balik sebelum kemudian AS mengumumkan gencatan senjata.
Pada Oktober 2023, Israel melancarkan agresi terhadap Lebanon, yang meningkat menjadi perang skala penuh pada September 2024, menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai sekitar 17.000 lainnya.
Meskipun perjanjian gencatan senjata telah dicapai antara Hizbullah dan Israel pada November 2024, Israel melanggarnya lebih dari 4.500 kali, yang mengakibatkan setidaknya 276 korban jiwa dan 613 korban luka-luka, menurut data resmi.
Juga dengan dukungan AS, Israel telah mengobarkan perang genosida di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, termasuk dengan menebar pembunuhan, kelaparan, penghancuran, dan pemindahan paksa, sembari mengabaikan semua seruan internasional dan perintah dari Mahkamah Internasional untuk menghentikannya.
Genosida tersebut telah menewaskan 65.344 orang dan melukai 166.795 orang, sebagian besar anak-anak dan perempuan, sementara kelaparan telah merenggut nyawa 442 warga Palestina, termasuk 147 anak-anak. (mm/ti/ry)