Nasrallah: AS dan Israel Berusaha Menunggangi Gerakan Rakyat di Libanon

0
94

Sekjen Hizbullah, Seyyed Hassan Nasrallah. Sumber: Tasnim

Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menuding AS dan Israel berusaha menunggangi gelombang unjuk rasa di Lebanon setelah keduanya tak sanggup membendung gerakan resistensi anti-Israel.

Sayid Nasrallah menyatakan AS keliru dan berdasarkan pada data-data yang salah dalam menilai para pengunjuk rasa, sementara Hizbullah merupakan bahaya bagi ketamakan dan rencana Israel serta merupakan kekuatan utama dalam resistensi Libanon.

Dalam pidatonya yang ditayangkan di televisi, Jumat (13/12/2019), Sekjen Hizbullah menyebutkan bahwa AS selalu mencampuri aksi protes besar di dunia dan menungganginya agar sejalan dengan interes AS, bukan dengan kepentingan para pemrotes.

“AS berselancar di atas gelombang unjuk rasa di dunia, menggambarkannya kepada dunia, dan mengumumkan dukungan kepadanya, tapi pada hakikatnya bantuan diberikan hanya demi kepentingan AS. Ini merupakan kaidah umum. Kami melihat hal ini di Arab Springs, Amerika Latin, dan Asia Timur. Ini merupakan perilaku umum AS,” ungkap Nasrallah.

Menurutnya, AS kini juga sedang memandang gelombang unjuk rasa di Lobanon sebagai alat untuk menekan Iran.

“AS menganggap unjuk rasa di Libanon sebagai kontra-Iran, padahal AS mengetahui dalam unjuk rasa ini tidak mengemuka sesuatu yang ada kaitannya dengan Iran. Slogan-slogan yang ada berkaitan dengan isu ekonomi dan tuntutan, tapi AS sejak hari pertama menggambarkan unjuk rasa ini sebagai revolusi rakyat di Libanon terhadap Hizbullah,” ujar Nasrallah.

Sekjen Hizbullah menyebut pernyataan Menlu AS mengenai bantuan kepada orang-orang Lebanon untuk mendepak Hizbullah dari pemerintahan dan negara Libanon sebagai pernyataan yang menggelikan.

“Bagaimana mungkin AS dapat mengeluarkan Hizbullah dari Libanon? Ini menunjukkan keremehan dan absurditas AS dalam pendekatannya terhadap masalah ini,” kecamnya.

Mengenai Iran dia mengatakan, “Sebagian orang beranggapan bahwa jika Iran diserang maka Iran akan bergantung pada para sekutunya untuk membalas. Di sini saya mengoreksi bahwa Iran akan membalas sendiri siapa saja yang menyerangnya, dan ia tidak akan diam atau dibalaskan oleh sekutunya.” (mm/raialyoum)

DISKUSI: